astroST7
- Leituras 2,995
- Votos 537
- Capítulos 23
Halilintar tahu benar bahwa di mata adik-adiknya, ia adalah sosok yang dingin dan ditakuti. Ia tidak tuli; ia sering memergoki bisikan-bisikan yang menyebutnya "kakak yang galak" atau "si pemarah". Namun, Halilintar tidak peduli. Baginya, kebencian adik-adiknya adalah harga kecil yang bersedia ia bayar, asalkan mereka tetap berada di jalur yang benar.
Sebagai sulung dari tujuh bersaudara, hidup tidak memberinya pilihan. Di saat ia baru berusia tujuh tahun, ia sudah dipaksa menjadi dewasa untuk mengurus enam adik yang jarak usianya hanya terpaut satu hingga enam tahun. Sementara itu, kedua orang tuanya hanyalah sepasang orang dewasa yang tidak pernah benar-benar tumbuh. Mereka gemar menambah anggota keluarga, namun berlepas tangan saat harus memikul tanggung jawab.
Lulusan SMP bukan gelar yang Halilintar inginkan, melainkan pengorbanan yang ia ambil agar adik-adiknya bisa mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Ia memilih menjadi kasar agar mereka disiplin, dan bersikap tegas agar mereka tidak rapuh.
Ia tidak butuh dicintai, ia hanya ingin mereka berhasil. Sebab bagi Halilintar, membiarkan adik-adiknya berakhir menjadi "seperti dirinya" adalah kegagalan yang tidak akan pernah ia maafkan.