Slow burn stories 🔥❣️
2 stories
Chasing Maybe [END] by Ssamsara_
Ssamsara_
  • WpView
    Reads 397,979
  • WpVote
    Votes 31,894
  • WpPart
    Parts 60
Sherry tidak pernah mengejar seorang pria dalam hidupnya. Namun, Orland Ziff Megantara telah membuat seorang Arunika Sherry Pramesti melakukannya. Dengan begitu terang-terangan, Sherry menunjukkan ketertarikannya pada seorang pria yang muncul di kantornya sebagai produser baru pindahan dari salah satu stasiun TV terkenal di Korea Selatan. "Ami, Kayaknya gue gak butuh kopi deh hari ini," ucap Sherry penuh pancingan. "Kenapa dah?" "Ini yang bikin deg-degan udah muncul di depan mata," lanjut Sherry seraya duduk bertopang dagu menatap Orland dengan tak tahu malu. "Mabuk lo?" balas Orland dengan wajah datar; sudah begitu jengah dengan segala pick up lines Sherry yang super absurd. Namun, siapkah Sherry jika Orland mendadak berputar arah dan balik mengejarnya? Bukan untuk jatuh cinta, melainkan balas dendam. . . Jangan lupa follow dulu ya untuk dapat update. ☺️😘 . #1Bahasa for several times
Sumilir [Lengkap | Telah Terbit] by choocopurplee
choocopurplee
  • WpView
    Reads 3,333,622
  • WpVote
    Votes 233,525
  • WpPart
    Parts 57
TELAH TERBIT DI PENERBIT KATA DEPAN [Cerita ini minim konflik dan aku tujukan agar kalian terhibur dengan romansa desa yang sederhana] Areksa Mahendra, Mas-Mas Jawa yang berprofesi sebagai petani di desa itu harus mengalami kejadian naas di umurnya yang sedang semangat dalam menggarap bisnis dan sawahnya. Satu tahun lalu ia harus menjadi korban tabrakan dari seorang pengemudi mabuk. Kaki kirinya patah dan harus menjalani serangkaian operasi. Bahkan setelah semua operasi ia jalani, ia masih tetap belum bisa menggunakan kaki kirinya seperti sedia kala dan harus menggunakan kursi roda. Anindya Nasywa Ayudisha, perempuan yang baru saja mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Tidak seperti orang lain yang memilih melanjutkan hidupnya di tengah gemerlap kota besar seperti Jakarta, Nindya memilih pulang ke desa. Nindya merasa Jakarta bukanlah tempatnya untuk hidup. Ia tidak menemukan dirinya sendiri di Jakarta. Sebulan di rumah, ia benar-benar menikmati hidupnya, meski menjadi pengangguran tentunya. Nindya mengganti semua waktu yang ia jalani di Jakarta dengan bermain dan hidup sesuka hatinya di desa. Nindya menjadi lebih bersosial daripada ketika di kota. Semua umur, baik laki maupun perempuan bisa Nindya dekati. Terutama, Ibu Ningrum, wanita yang selalu melabeli dirinya sebagai calon mantu bagi anak laki-lakinya yang tak lain adalah Areksa Mahendra.