KimberlyNW5
- Reads 105,587
- Votes 626
- Parts 48
"Masa mau pergi tanpa kasih ciuman perpisahan buat Papi, hm?" Damian membungkuk, bibirnya mengambang pas di atas bibir Zeerah dengan mata menyala penuh gairah.
"...Apa...?" tanya Zeerah merasakan wajahnya makin panas terbakar. "Papi...?" ulangnya mencoba mencerna, karena jelas-jelas Damian bukan bapaknya walau umurnya memang pantas jadi bapaknya.
Damian terkekeh rendah, sangat menikmati bagaimana kedua pipi Zeerah memerah padam mendengar ucapannya. "Kamu gak salah dengar, Tuan Putri," ucapnya lembut, bibirnya menggesek pelan bibir Zeerah. "Panggil aku Papi kalau kita lagi di atas kasur," bisiknya di telinga gadis itu, napasnya terasa hangat dan memabukkan.