Otw
8 stories
Puan, Mengapa Para Petinggi Itu Panjang Umurnya? by AYUTIEN
AYUTIEN
  • WpView
    Reads 32,934
  • WpVote
    Votes 6,015
  • WpPart
    Parts 1
Wanita itu begitu lesu saat datang padaku, "Maukah Tuan membantu negeriku?" [ONESHOOT] pernah dipublish di blog pribadi: tienosaurus.wordpress.com copyright © 2015 AYUTIEN All Rights Reserved
Chasing Echoes by nauraini
nauraini
  • WpView
    Reads 68,538
  • WpVote
    Votes 2,687
  • WpPart
    Parts 3
Kejarlah rencana-rencana jangka panjangmu yang ingin kau realisasikan. Kalau daftarnya sudah habis, kembali ke sini. - Arfa Kamu terlalu berkompromi. Tak ada kekhawatiran hidup bersamamu. Tapi itu yang membuatku semakin khawatir. Aku bukan manusia penghamba cinta. Tapi makhluk sosial mana yang mampu menolak cinta? Aku khawatir kamu tidak bisa memberikannya. Karena terlalu tenang hidup bersamamu. Aku ingin pergi sebentar. Mencari makna lain kebahagiaan. Apakah aku akan kembali? Kita lihat saja nanti. Eh, memangnya kamu perduli? - Airedeta Copyright © 2015 by nauraini
I [Never] Give Up On You a.k.a Jarak Antarbintang - [Telah Terbit] by nauraini
nauraini
  • WpView
    Reads 5,216,283
  • WpVote
    Votes 372,307
  • WpPart
    Parts 48
"Lo tahu teori chaos?" "Efek kupu-kupu?" "Hmm... sensitive dependence on initial condition. Kayak lo yang di sini mampu ngerubah gue saat di Finlandia sana," jawab Auriga sambil memejamkan mata. Dilihat dari tempatku berdiri, dia terlihat sangat damai. "Pertemuan kita bukan sebuah kebetulan." Alfa Centauri Radistya, mahasiswi jurusan konservasi di salah salah universitas ternama negeri menjalani hari-hari perkuliahan dengan normal dan menyelingi aktivitas dengan kegiatan himpunan mahasiswa. Hidupnya baik-baik saja hingga datang Auriga, seniornya di kampus yang datang bagai hipernova dan membuatnya kesal terus-menerus. Dan ketika perasaan cinta mulai datang, Alfa dihadapkan pada misteri tentang seorang Auriga. Di antara perasaan cinta dan rasa putus asanya, dia mencoba mengurai satu per satu kehidupan Auriga yang bagaikan bereksperimen menguak misteri materi gelap alam semesta. Sanggup kah ia membawa Auriga untuk menikmati senja manis di tepi pantai? Atau kah dia akan menyerah dan memilih mundur dan berbalik arah pada sahabat Auriga yang selama ini diam-diam menyukainya sangat dalam? Semesta senang bermain-main. Benarkah semuanya adalah kebetulan yang disengajakan? . . . Terima kasih atas dukungan dan apresiasi teman-teman semua. Puji syukur cerita ini telah diterbitkan dengan judul Jarak Antarbintang. Bagi yang berkenan dengan versi cetaknya bisa mendapatkan di toko buku di Seluruh Indonesia. Untuk versi digital bisa didapatkan di Gramedia Digital. Copyright © 2015 by nauraini
Adenna & Adrian by alliyaputrii
alliyaputrii
  • WpView
    Reads 5,628,627
  • WpVote
    Votes 368,835
  • WpPart
    Parts 53
SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU Hidupnya monoton, begitu-begitu saja seperti anak gadis seusianya. Hingga akhirnya ia diberi kesempatan untuk mengenal anak cowok yang satu sekolah dengannya dan merupakan pentolan sekolahnya itu. Yang selama ini selalu duduk di kursi sebelahnya ketika ia sedang menghabiskan cheescake strawberry sambil membaca novelnya di suatu kafe. Cowok yang selalu duduk dengan satu cangkir kopi hitam dengan asap mengepul. Dan memang, semenjak ia mengenal cowok itu, anak cowok itu membawanya ke suatu hal yang baru. Menariknya mengarungi lautan tanpa ujung, juga tanpa sadar menenggelamkannya perlahan di samudra yang dalam. Copyright © 2015 by Alliya Putri Utami.
Taklik [Terbit] by Crowdstroia
Crowdstroia
  • WpView
    Reads 537,841
  • WpVote
    Votes 19,502
  • WpPart
    Parts 6
"Ketakutan itu hanya ilusi, yang nyata adalah marabahaya." Cerita ini adalah alternate universe dari dwilogi Nona Teh dan Tuan Kopi. Bercerita tentang bagaimana jika Varsha dan Regen menikah, tapi Regen memilih untuk tidak jujur tentang masalah genetiknya ke Varsha, di saat Varsha ingin menikah dan punya anak. [ romance - angst ] © 2016 Crowdstroia on Wattpad Photo credits: Tumblr Romance-Angst [ cerita ini sekuel dari 'Nona Teh & Tuan Kopi' ]
Matahari Di Atas Samudera ✔ by CiinderellaSarif
CiinderellaSarif
  • WpView
    Reads 4,992,652
  • WpVote
    Votes 361,344
  • WpPart
    Parts 54
🌻SUDAH DITERBITKAN & CHAPTER MASIH LENGKAP🌻 [[ NGGA TERIMA PROMOTE DI KOLOM KOMENTAR ]] "Apa sih arti gue buat lo?" Tanya gadis bermata hazel itu dengan tangan yang sudah mengepal geram, siap melayangkan tinju pada pemuda yang sedang berdiri dihadapannya. "Apa arti lo buat gue? Gue ngga pinter merangkai kata-kata sih, jadi gue ngomongnya blak-blakan aja ya?" Pemuda itu memberi jeda sejenak, sebelum kembali melanjutkan kata-katanya. "Yang pasti, Matahari itu penting. Tanpa matahari, ya ngga ada fotosintesis. Kalau ngga ada fotosintesis, ya ngga ada O2. Nah, tanpa O2, kita ngga bisa Nafas. Kalau ngga nafas, ya mati. Kalau mati, gue ngga bisa ketemu sama lo." "Sejak kapan seorang Regha bisa ngerti fotosintesis? Bukannya lo bego Biologi, makanya masuk jurusan Bahasa? Jleb!! Regha meneguk salivanya dengan susah payah ketika kata-kata Ata menembus ke relung hatinya yang paling dalam. ♥♥ Cover by : Fazelxx ♥♥
Come Back Be Here [Sequel Carabian] by chacafaza
chacafaza
  • WpView
    Reads 515,595
  • WpVote
    Votes 24,573
  • WpPart
    Parts 24
"Semuanya sudah berubah semenjak kamu pergi. Kini semuanya terasa kosong, apa yang ku lakukan terasa hambar dan salah, kini semuanya tak seindah dulu dan tak semudah dulu saat kamu masih bersamaku. Ku mohon... Untuk kedua kalinya dalam hidupku aku ingin kau kembali disisiku." • • • Copyright © 2014 by Chaca Faza Hak Cipta Terlindungi © 2014 oleh Chaca Faza ────────────────────────── [PG-13] pengawasan ibu bapa
Revan & Reina by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 8,954,170
  • WpVote
    Votes 168,792
  • WpPart
    Parts 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.