langsapena
- LECTURAS 132,526
- Votos 6,686
- Partes 70
Mungkin akan terbaca sedikit membosankan karena aku selalu mengatakan bahwa aku mencintainya, tapi percayalah aku tak pernah berhasil menemukan cara untuk mengakhiri perasaan itu.
Semua seolah tentang dia, pemilik punggung bidang yang selalu kutatap seolah-olah akan muncul kupu-kupu dari sana. Bahkan senyuman yang selangka semanggi berdaun empat itu, selalu kunanti layaknya mengharapkan hujan di pertengahan bulan agustus.
Aku membenci ke asingan ini, tapi aku jauh lebih benci diriku yang terus mencoba membunuh perasaan hangat itu berulang kali, dan tak pernah berhasil.
Karena aku mencintainya, walau mungkin dia tidak.
-Keysa