penasyana
- Reads 12,502
- Votes 627
- Parts 42
Bayangkan bekerja enam puluh jam seminggu, menyelesaikan laporan dengan akurasi nyaris sempurna, dan menuai bonus bukan karena kerja kerasmu-tapi karena semua orang mengira kau tidur dengan bosmu.
Itulah hidup Adinka Maharani selama setahun terakhir.
Setiap kali Direktur Ardian Wisesa memujinya, riak-riak bisikan mulai menyebar dari bilik ke bilik. Setiap kali amplop bonus mendarat di mejanya, tatapan-tatapan curiga mengikutinya sampai ke pantry. Padahal Ardian sudah bertunangan dengan Isabella, perempuan blasteran Australia-Spanyol yang bekerja di kantor cabang luar negeri. Padahal Adinka tidak pernah sekalipun melanggar batas profesionalnya.
Tapi dunia korporat tidak pernah adil pada perempuan cemerlang. Seseorang di kantor itu-seseorang yang terlalu rapi untuk dicurigai-perlahan meracuni seluruh divisi dengan narasi bahwa Adinka adalah "simpanan bos". Dan rumor itu terus hidup, terus menggema, terus menggerogoti reputasinya, sampai suatu malam di hotel bintang lima segalanya meledak.
Keesokan paginya, skandal itu tersebar ke seluruh kantor. Rumor yang selama setahun ia bantah kini memiliki wajah.
Tapi Ardian tidak ingat apa pun.
Dan saat Adinka mulai mencari tahu siapa dalang di balik semua ini, ia justru menemukan bahwa ancaman terbesar bukanlah pembenci rahasia di kantor. Melainkan keluarganya sendiri. Keluarga besar Wisesa yang juga menolak mentah-mentah kehadirannya hingga kejadian memalukan yang menjadi momok menakutkan Adinka. Sepupu-sepupu yang membandingkannya dengan Bella beserta sebuah pertunangan bisnis yang tak pernah didasari cinta-tapi cukup kuat untuk menghancurkan siapa pun yang berdiri di tengahnya.
Kemudian Bella datang ke Jakarta.
Semua orang menduga ia akan mencakar Adinka. Semua orang menunggu kemarahan seorang tunangan yang dikhianati. Tapi Bella justru menyapa Adinka dengan hangat dan bertanya dengan suara yang nyaris bergetar, "How are you feeling? Are you okay?"