WidyaDanaMega's Reading List
3 stories
Revan & Reina by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 8,954,627
  • WpVote
    Votes 168,801
  • WpPart
    Parts 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.
Dangerous / h.s vampire (editing) by loupakan
loupakan
  • WpView
    Reads 991,909
  • WpVote
    Votes 72,646
  • WpPart
    Parts 43
[BOOK 1 OF HARRY STYLES VAMPIRE SERIES] "We exist in your world. And we are dangerous." Book 2 : Mine (COMPLETED) Book 3 : Threat (ON GOING) DISCLAIMER : This book is purely made by my own idea. DO NOT copy my book and translate to another language without my knowing (feel free to message me if you want to translate).
Slice of Bread by gaara-san
gaara-san
  • WpView
    Reads 4,814
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 4
"Apa aku boleh memakan yang ini?" Si rambut merah yang beberapa menit lalu berbagi tempat duduk dengan Hinata menatap pinggiran roti yang sengaja Hinata sisakan dikotak makannya. "E-eh?" Hinata mengerjapkan kedua matanya, bingung. Hinata memang sangat menyukai roti tawar, tapi ia tak menyukai pinggirannya. Biasanya gadis itu sengaja menyisakan pinggiran roti yang ia makan dan memberikannya pada binatang yang sering berkeliaran di taman sekolahnya. "B-boleh," Hinata menundukkan kepalanya, menyembunyikan semburat merah yang muncul di pipinya. Diperlakukan seperti itu dengan lelaki asing yang baru saja ia kenal ternyata berefek samping pada jantungnya, yang kini memompa darah dua kali lebih cepat. Baru kali ini, ada lelaki yang memakan sisa makanannya. Siapa sangka, pinggiran roti dapat menjadi awal perubahan yang sangat besar bagi kehidupan Hinata, kehidupan mereka.