Sweet as My Sugar [C]
92 stories
REPUTATION by shaanis
shaanis
  • WpView
    Reads 2,044,576
  • WpVote
    Votes 230,615
  • WpPart
    Parts 57
[ Sebagian cerita ini sudah diunpublished ] Reputation [ rep·u·ta·tion /ˌrepyəˈtāSH(ə)n/ noun, meaning; the beliefs or opinions that are generally held about someone or something. ] -- Demi mengamankan reputasi dua keluarga, untuk menyakinkan semesta terkait perdamaian dan penerimaan takdir dari Yang Maha Kuasa, Bita Ruslantama mengusulkan pernikahan dengan cinta pertamanya, Esa Kanantya. Esa menyadari, memang hanya Bita, satu-satunya hal paling berharga yang semasa hidup sangat dijaga oleh mendiang sahabatnya. Ia menerima pernikahan itu, berniat menjaga Bita, menjalankan kehidupan rumah tangga meski tanpa cinta di dalamnya. [ Tsabitah Paradina Aubree Ruslantama & Sangatta Lukesh Abbiyu Kanantya ] -- [-] A romance story by Shaanis [-] Created on Thursday, ‎December ‎07, ‎2023 [-] This story is just a fiction, if there any similarities; places, names, and incidents, are just a fluke and there's no element of intent, thank you
Holding Onto you by preciouspearls
preciouspearls
  • WpView
    Reads 1,614,337
  • WpVote
    Votes 141,664
  • WpPart
    Parts 42
Alif yang dikenal Adrianna lewat aplikasi chatting 7 tahun yang lalu adalah seorang mahasiswa ilmu komunikasi di salah satu universitas negeri, bukan seorang penerbang dengan pangkat senior first officer. Hal yang tidak berubah dari laki-laki charming itu adalah keramahannya pada siapapun, dan tentu saja, perasaannya pada Adrianna. -Complete- Part 1 : 12 Maret 2020 - 22 November 2020 Part 2 : 14 Januari 2021 - 26 Maret 2021
BELL THE CAT (COMPLETED) by embrassesmoi
embrassesmoi
  • WpView
    Reads 464,860
  • WpVote
    Votes 59,216
  • WpPart
    Parts 40
[note : dilarang membagikan atau merepost cerita saya di menfess base twitter.] Marie Osmond once said, "Tragedy plus time equals humor. True, what could be funnier than living tragedy every day and still surviving? One is trying to hold on, and the other is trying to let go. One of them doesn't understand anything, while the other feels secretly tormented in the midst of happiness. They were brought together by love, blinded by the truth and the pain that could have driven them apart. They are both brought together by love, but the same love can also separate them. Can that same love bring them back together? Can they let go of the hand that blinded one of them and hold each other to survive together?
Parade Ngengat by lumelux
lumelux
  • WpView
    Reads 1,026,537
  • WpVote
    Votes 131,101
  • WpPart
    Parts 49
Jadi begini. Mbak Laras yang merupakan mahasiswi jurusan Biologi jadi-jadian berpapasan takdir dengan Mas Yanu, mahasiswa Sastra Inggris yang diam-diam suka menulis puisi. Ini romansa anak muda yang sederhana, suatu proses jatuh cinta. Namun, mungkin pembaca akan menemukan satu dua hal, entahlah, dari sudut pandang orang-orang yang harusnya tak berhak mendapat kisah. (R+15)
Business Unusual by pichidichi
pichidichi
  • WpView
    Reads 1,457,645
  • WpVote
    Votes 117,843
  • WpPart
    Parts 57
BUSINESS UNUSUAL is a noun phrase refers to unexpected situations where businesses must adapt beyond conventional methods to navigate challenges. ADHYAKSA SERIES NO. 2 * Uang? Check! Wajah cantik? Check! Segala gelar pendidikan? Check! Yang Gayatri tak punya hanya satu, lelaki yang setia. Karena setiap kali berpacaran, Gayatri selalu diselingkuhi. Hingga puncaknya, Gayatri dengan membabi buta menghajar seorang perempuan yang jadi selingkuhan pacarnya. Kejadian itu membuat Gayatri kehilangan banyak partner dalam bisnisnya. Hanya ada satu yang masih mau bekerja sama, Radikta Kuntara Pramaditya alias Dikta-anak konglomerat yang memilih keluar dari tahta pewarisan. Masalahnya, laki-laki yang berusia enam tahun lebih tua itu bukan orang yang menyenangkan untuk diajak bekerja sama.
Your Everyday by seoulsmermaid
seoulsmermaid
  • WpView
    Reads 2,412,292
  • WpVote
    Votes 163,284
  • WpPart
    Parts 47
Menurut Bya, jatuh cinta tidak ada dalam daftar jobdesk ketika dirinya menandatangani kontrak dengan HRD. Kevin Kuo, tidak pernah menyangka jika dia bisa menjadikan seseorang baru sebagai tempatnya kembali setiap malam, bercerita panjang lebar tentang segala apa yang dia rasakan. Pekerjaan sangat minim bersinggungan, tapi diskusi mereka berjalan dengan baik dan rutin dilakukan. Cinta, tidak termasuk didalam setiap topik briefing mereka setiap senin pagi. Tapi bagaimana ketika rutinitas tak terencana ini malah menjadi kebiasaan yang sama?
chiki balls favorit by Aku-UMI
Aku-UMI
  • WpView
    Reads 308,654
  • WpVote
    Votes 54,267
  • WpPart
    Parts 56
[BACA SELAGI ONGOING] Dunia itu panggung sandiwara. Kamu nggak perlu nunggu jadi aktor atau aktris ternama buat berperan, karena kamu adalah aktor dan aktris untuk cerita hidupmu sendiri. Hebatnya, entah butuh berapa kali ganti peran sampai kontrakmu di dunia ini habis. Aku? Yang masih kujalani sampai sekarang, kurang lebih cuma dua. Kehidupan mempesonaku di luar rumah dan kehidupan penuh drama di dalam rumah. Aku bisa aja menyebutnya aku ekstrovert dan aku introvert. Tapi malas ah, nanti kesannya aku mengkategorikan ekstro lebih baik dari intro. Sama sekali nggak lucu, kalau aku yang cuma terkenal sebagai aktris di duniaku sendiri ini tiba-tiba dibikin petisi karena penjelasan yang salah soal ekstrovert dan introvert. Padahal kalau boleh memilih, aku introvert jauh lebih bahagia ... kalau aja, dua manusia kecil itu tidak pernah hadir. Kalau aja dia juga tidak pernah ada.
Do you remember your first cup of coffee? by Calamummeum
Calamummeum
  • WpView
    Reads 1,787,655
  • WpVote
    Votes 166,670
  • WpPart
    Parts 57
[SELESAI] "Lo ngomong langsung ke dia?" Medhya mengangguk mantap. "Bilang kalau lo suka sama dia?" Ia mengangguk lagi. "Yang lo maksud itu, Ginan Satyatama yang ada dipikiran gue, kan?" Medhya menyerngit. "Memang, ada berapa Ginan Satyatama di kantor kamu?" Gadis itu balik bertanya. "Ya ... satu, sih." Sang teman garuk-garuk kepala. "Maksud gue. Elo ini ..." ia mengangkat telunjuk kearah pelipis, memutar-mutarnya dengan perlahan. "... sinting?" Medhya menggeleng santai. "Aku waras. Seenggaknya, sampai detik ini, masih." Sang teman menghela napas panjang. "Pantesan tiap papasan, dia selalu ngelihat gue kayak ngelihat tai kucing. Ternyata ini semua gara-gara elo." Medhya nyengir. "Terus gimana lagi sekarang?" Adinda bertanya lagi. Ia mendekat pada Medhya yang kini bersandar di kursi ruang tengah kontrakan. "Nyerah?" Medhya langsung menoleh. "Mana mungkin," ujarnya pendek, senyum-senyum. "Dia nggak nolak aku. Kenapa aku harus menyerah?" Betul. Ginan Satyatama tak pernah menolaknya. Saat mendengar pengakuannya, lelaki itu hanya menatapnya datar, lalu mengatakan beberapa kalimat yang tidak mengandung sedikitpun penolakan. Itu artinya, kesempatan Medhya masih terbuka lebar. Masih banyak hari yang tersedia untuk menyatakan kembali perasaannya pada Ginan Satyatama. Jadi, bagaimana bisa Medhya menyerah kalau kisah mereka bahkan belum dimulai sama sekali?
Ruang ; Kursi dan jendela by Calamummeum
Calamummeum
  • WpView
    Reads 2,136,395
  • WpVote
    Votes 241,938
  • WpPart
    Parts 53
Tolong! Rubiana Mentari tertimbun tanah galiannya sendiri setelah membuat ulah dengan Tuan muda Arkaish Dewanggala, the one and only, bujang idaman kaum sosialita yang berdarah ningrat dan hobi gonta-ganti perempuan! Awalnya, Bia cuma ingin mengacaukan rencana perjodohan kakak tirinya, Jistara, dengan cara mencium Arkaish didepan umum, lalu mengaku cinta setengah mati dengan lelaki buaya yang hobi membuat Bia mual itu! Dia cuma ingin membuat kakak tiri dan juga Papinya malu! Nggak lebih! Ini semacam aksi balas dendam dadakan dan super nekat! Dan, ya. Memang betul setelahnya, rencana perjodohan Jistara gagal total. Bia puas sekali melihat Jistara si anak manja menangis sesenggukan karena lelaki idamannya di sosor duluan. Tapi, hidup Bia juga ikut amburadul! Ya ampun! "Kalau begitu, kita jodohkan saja mereka." T-tunggu. Tunggu dulu! Siapa yang akan di jodohkan dengan siapa?! "Kalian bersedia, kan?" Apa?! K-kenapa ... Semua orang menatapnya begitu?! "S-saya--" "Kami memang memutuskan untuk pacaran." Hah?! Bia menoleh. Menatap si brengsek yang sedang tersenyum tipis sambil melanjutkan. "Kami akan saling mengenal dulu. Iya, kan?" Lelaki itu menggenggam tangannya lantas tersenyum lagi. HARUSNYA TIDAK BEGINI! Tidak! Ini tidak benar! Baik. Tenang, Bia. Tenang. Jangan panik! Mari kita cari solusinya. Pertama-tama, tarik napas panjang lalu hembuskan perlahan. Ya, bagus. Tujuannya sekarang sudah jelas ; Bia akan menyusun beribu rencana agar lelaki itu muak dengannya lalu memutuskan hubungan secepat mungkin. Itu mudah! Bia pasti bisa melakukannya! Warning : sepuluh part terakhir sudah di hapus. Silahkan dibaca di karyakarsa. Terimakasih.
9096 (Complete) by 8erdistraksi
8erdistraksi
  • WpView
    Reads 1,122,094
  • WpVote
    Votes 65,195
  • WpPart
    Parts 42
(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!