NURHIDA22
- Reads 1,770
- Votes 85
- Parts 35
Aku mati di usia dua puluh delapan tahun, tubuh kurus kering remuk oleh lelah, jiwa hancur karena pengkhianatan. Sepuluh tahun aku hidup hanya sebagai alat kerja, alat pemuas nafsu, dan sapi perah bagi suamiku yang pemalas serta keluarga mertua yang hidup bagai benalu. Aku memberi segalanya, namun yang kuterima hanyalah rasa sakit, air mata, dan kematian yang sepi di lantai dingin rumahku sendiri. Penyesalan terakhirku sebelum gelap menyapa: Andai aku bisa kembali, aku tak akan pernah lagi mengabdi pada mereka yang tak tahu arti menghargai.
Dan keajaiban itu terjadi.
Saat kubuka mata, aku kembali ke masa lalu. Tepat sepuluh tahun silam, saat pertama kali aku mengenakan gaun pengantin ini, saat aku masih berusia delapan belas tahun muda, sehat, dan utuh kembali. Di hadapanku, Dimas Aditya masih tampan dan manis, tersenyum seolah ia adalah pria terbaik di dunia. Namun aku sudah tahu. Di balik senyum itu, tersembunyi serigala yang perlahan memakan hidupku.
Kali ini, aturannya berubah.
Aku tidak lagi menjadi istri penurut yang akan menuruti setiap kemauanmu. Aku tidak akan lagi membiarkan tubuhku yang indah dan muda ini disakiti atau dijadikan barang murahan. Jika kau menginginkanku, jika kau menginginkan sentuhanku, tatapanku, atau cintaku kau harus berjuang. Kau harus membayar mahal dengan keringat, rasa hormat, dan ketulusan yang dulu pernah kau buang begitu saja.
Dulu, aku mati karena terlalu mencintaimu dan melupakan diriku sendiri. Sekarang, aku akan hidup, tumbuh, dan bersinar. Dan kau, suamiku, kau akan melihat bagaimana wanita yang pernah kau sia-siakan, kini bangkit menjadi ratu yang tak lagi mudah kau genggam.
Ini bukan sekadar kembali hidup. Ini adalah pembalasan dendam paling manis. Ini adalah kebangkitanku.
"Tubuhku adalah mahkota. Dulu kau dapatkan dengan cuma-cuma, tapi sekarang... kau harus berlutut hanya untuk menyentuh ujung jariku."