SitiSridaningsih's Reading List
4 stories
Assalamualaikum Jodoh by fida_Safitri
fida_Safitri
  • WpView
    Reads 4,334,710
  • WpVote
    Votes 214,908
  • WpPart
    Parts 41
Assalamualaikum Jodoh suda terbit ya sahabat, untuk pemesanannya bisa langsung cek Instagram @razkapustaka [ Selesai ] "Aku yakin dia jodoh sudah ditetapkan oleh Allah, jadi untuk apa aku termenung Walau aku harus didahului nikah oleh adik-adikku" (Adeeva Afsheen Myesha) "Yang ku tau jodoh itu adalah cerminan perilaku, semakin baik akhlak kita semakin baik pula akhlak jodoh kita" (Muhammad Azzamy Syauqi)
The Dearest [Sudah Terbit] by TinnyNajmi
TinnyNajmi
  • WpView
    Reads 1,297,288
  • WpVote
    Votes 37,619
  • WpPart
    Parts 22
"... Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula ..." (QS. An Nur: 26) Pria yang kehilangan kepercayaan dan keyakinan pada semua orang dan Tuhannya. Seorang wanita yang memiliki keyakinan tanpa batas pada Tuhannya. Ketika dua insan dari dunia yang berbeda dipertemukan. Dipersatukan dalam sebuah ikatan, janji sakral yang mengatasnamakan Tuhan. Ketika akad hanyalah sebuah ucapan yang tak bermakna. Ketika hati yang menjadi korban. Demi sebuah tujuan mulia. Ketika Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Maka siapa yang dapat mengelak? Dan ketika Tuhan berkehendak dan tak ada yang mampu menentangnya. Maka siapa yang dapat menghindarinya?
Hijrah Cinta by miylahun
miylahun
  • WpView
    Reads 5,204,682
  • WpVote
    Votes 212,916
  • WpPart
    Parts 33
"apa? Menikah?" "kamu sudah gila?" teriak Denis frustasi "kamu kira aku juga mau menikah dengan mu? Ha?" "lebih baik aku benar-benar gila" balas sekar membara # Menerima mu kembali adalah aib bagi ku. Tapi melepas mu, seperti melepas separuh jiwaku. Aku akan menerima mu, tak peduli siapa engkau di masa lalu mu. Semoga engkau mau menerima ku pula.
Izinkan Aku Mengkhitbahmu dengan Keislamanku by Bintunzahrah
Bintunzahrah
  • WpView
    Reads 54,106
  • WpVote
    Votes 1,592
  • WpPart
    Parts 5
Izinkan Aku Mengkhitbah Mu dengan Keislaman Ku" SATU -Dia Bukan Biasa- ku ukir nama itu penuh Tanya dalam jiwa nan gelisah, tak tau apa yang sedang menyerang dalam dada. Sesak begitu terasa mengiringi derai hembusan nafas yang menyelimuti jiwa yang gamang. Ada butir-butir air mata yang menggelayut, seakan jatuh, tapi enggan. Gelisah, gelisah dan gelisah mengiringi tiap tapak kaki. "Kapan kan berakhir?" tanyaku pada awan yang gelap, pada bulan yang mendung, pada dedaunan yang rimba...tak satu pun nan ingin menjawab tanyaku. Ku langkahkan kaki ini diatas rerumputan nan hijau, ku pandangi rumput itu, mereka tertunduk sedih memandangku. Seakan mereka juga memahami galaunya jiwa ini. Ku terhenti dari langkah-langkah kecilku saat ku tatap bintang nanjauh disana Duhai bintang nan jauh disana, tahukah kau akan isi hati ini yang sebenarnya? Jiwa ini yang sebenarnya? jiwa dahulu yang tenang, jiwa dahulu yang damai, kini telah terusik oleh yang namanya cinta.