duarembulan
"Minhyun, please. Tetaplah bersamaku. Jangan tutup matamu dulu. Aku mohon. Tetap disini, oke?" Seongwu terus mengulangi kalimat tersebut seperti mantra. Ia bisa merasakan jantungnya yang berdebar makin kencang seiring berjalannya waktu, kontras bertabrakan dengan debar jantung Minhyun yang kian melemah.
"Minhyun, no. Please. Kamu hanya perlu berjuang sedikit lagi!"
Kali ini Seongwu memohon sambil mendekap kepala Minhyun dalam pelukannya.
Minhyun, yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa menggapai-gapai udara, berusaha untuk tetap sadar melawan kelopak matanya yang kian sayu dan membelai pipi Seongwu yang sudah banjir air mata.
"Minhyun! MINHYUN!"
Dan pada detik itu juga, Seongwu berharap ia bisa berhenti merasa.