annatriana_anna
Valen kecil menatap punggung Bara dan Bari, dua kakak kembarnya, yang berjalan perlahan mendekati mobil dan siap kembali ke Jakarta, ke rumah mereka bersama ayah dan ibunya.
"Kenapa cuma aku yang tetap di sini? Di Jogja? Kenapa cuma aku yang tidak pernah dibawa kembali ke Jakarta?"
***
Tujuh belas tahun dihabiskan seorang Valen dalam sebuah pertanyaan mendasar. Kenapa? Kenapa hanya dia yang jauh dari kata keluarga? Dan kini, saat takdir akhirnya membawa dia kembali kepada lingkaran itu, canggung dan asinglah yang mulai mendominasi hari-harinya.
Beruntung, di tengah kebuntuannya mencari jawab atas pertanyaan yang terus bergulir di kepalanya sejak kecil tadi, Valen menemukan seseorang yang bisa meringankan sedikit bebannya. Gadis ini, dia satu-satunya yang bisa membuat Valen merasa bukan lagi seorang buangan. Bukan seorang asing yang tidak punya arti.
Tapi malang, sepertinya Tuhan memang tidak menciptakan dirinya untuk mengenal rasa bahagia. Nyatanya, satu-satunya 'obat' yang dia tahu adalah gadis yang sudah menjadi milik Bara.
Sadar hidupnya sudah kelabu, Valen memutuskan untuk tidak membuat dirinya sendiri semakin terpuruk ke dasar jurang. Sekuat tenaga dia berusaha mengingkari rasa itu.
Tapi, apa benar semudah itu mematikan suara asa? Apa benar semudah itu melupakan sosoknya? Terlebih lagi, dari dia, satu-satunya gadis yang akhirnya mampu menguak jawaban dari pertanyaan mendasar yang selalu ingin Valen temukan kebenarannya.
***