thya_1001
Linangan air mataku tumpah
Tatkala membaca ayat-ayat cintaMu
Merasuk dalam lubuk terdalam
Tumpah setumpah tumpahnya
Aku hanya pendosa yang berlumuran
Noda-noda hitam, busuk berbau got
Atau malah lebih dari itu
Gemerlap dunia semakin menarikku terperosok dalam indah cantiknya tipuan duniawi
Godaan silih berganti menawarkan dirinya
Layaknya perputaran waktu siang dan malam
Terlena oleh kenikmatan sesaat
Hal ini mencengkeram dan
menggetarkan hatiku
Dan bodohnya, aku semakin terperanjat
Tak malu kuperhadapkan wajahku kepadaMu
Tak segan kumenghadap ke haribanMu
Dengan wajah pucat mengharap cahyaMu
Dengan diri yang penuh dosa mengharap ampunanMu
Ketika malam mulai melelepkan setiap mata yang lelah dari kesehariannya
Kudirikan dua rakaat dalam tangis jiwaku yang penuh maksiat, memohon ampunanMu
Bukan karena ingin menjadi insan yang alim diantara hamba-hambaMu
Bukan karena menginginkan syurgaMu kelak di akhirat
Namun aku ingin menjadi kekasihMu berada disisiMu dan duduk dalam Singgasana ArsyMu