hahahahahahahuho's Reading List
2 stories
Rajendra by arcenan
arcenan
  • WpView
    Reads 6,306,616
  • WpVote
    Votes 184,690
  • WpPart
    Parts 32
Tentang dua insan yang bersatu dengan hubungan pernikahan. Di umurnya yang masih labil, keduanya selalu berusaha menghadapi masalah yang menghadang rumah tangganya dengan kepala dingin dan tanpa kekerasan. Meskipun banyak kata kasar yang mereka ucapkan namun ada banyak juga kata maaf dan sayang yang mereka saluran, lewat perlakuan. WARNING: BANYAK KATA-KATA KASAR, THERE ARE LITTLE BXB ( BOY X BOY) IN ONE CHARACTER: RAEGAN HE LIKES BOYS. TERSELIP BEBERAPA KATA ATAU ADEGAN BOYSLOVE, SEPENUHNYA INI CERITA NORMAL. Ini cuman cerita dan penuh imajinasi, tolong jangan dibawa ke dunia nyata atau bahkan ninggalin hate comment, just read or leave.
The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚 by iofetele
iofetele
  • WpView
    Reads 294,391
  • WpVote
    Votes 15,421
  • WpPart
    Parts 49
18+ ONLY Sequel of "THE DAMN DEMIGOD" This is an Action - Romance story with Mature content Be WISE reader - bijaklah dalam memilih bacaan ======================================= "Kamu tidak boleh pergi." Itu hal konyol! Aku masih terdiam menatap wajahnya yang sialnya selalu terlihat tampan dalam keadaan apa pun. See, bahkan sekarang tidak ada apa pun yang menutup tubuh atasnya tidak mengurangi ketampanannya sedikit pun. Oh, no, mungkin itu masalahnya yang membuatku berkali-kali hilang fokus hanya karena melihat dada bidang dengan kulit liatnya. Six-pack? Sudah pasti! Tidak hanya itu, lebih ke bawah lagi, ya, V shape di bagian pangkal perut. Begitu menggoda terlihat seperti sexy super model di luar sana. Senyum tipis terlihat jelas sekarang yang membuatnya semakin terlihat tampan. D*mn! "I should go." "You still owe me." Seperti tidak peduli, aku meninggalkanya dan detik selanjutnya dia menarikku begitu saja hingga dadaku begitu rapat dengan dadanya juga tangan besarnya sudah melingkar sempurna di pinggangku. "What?" ucapku pelan. "The deal, remember?" Oh, no. Aku berusaha melupakan hal itu, namun sepertinya tidak baginya. "What?" "Sesuatu yang kamu janjikan." "What?" ucapku lagi dengan suara yang semakin pelan. Takut dia akan meminta hal itu. "Your virginity," bisiknya tepat di telingaku.