KhairaHabibah's Reading List
3 stories
Bukan Fatimah yang dicari [repost] by ridhaprilya
ridhaprilya
  • WpView
    Reads 279,401
  • WpVote
    Votes 1,350
  • WpPart
    Parts 11
KHUSUS FOLLOWERS. (Yang belum follow tidak bisa baca.) Dalam penantian diri ini berdiam Dalam penantian diri ini bergumam Dalam penantian diri ini berdo'a Dalam penantian diri ini Hijrah Dalam penantian diri ini menjaga izzah&ma'ruah Dalam penantian diri ini mencoba Istiqomah Dalam penantian diri ini pasrah Namun, Aku Bukanlah Fatimah Yang Dicari umpama Ali untuk menjadi Istri Shalihah ©2015 by Ridha Aprilia S
Imamku by Raniaputri_maharani
Raniaputri_maharani
  • WpView
    Reads 235,042
  • WpVote
    Votes 7,348
  • WpPart
    Parts 18
Perkenalan beberapa hari bisa begitu melekat bahkan hingga berminggu minggu, meskipun aku tau mustahil memilikinya. Dia penyemangatku, sesuai namanya Faris. -Wafa Ayla dara Wajahnya tidak cantik bahkan biasa saja tapi cahaya itu tidak pernah redup, senyum selalu menghiasi wajahnya dan mata yang melengkung hampir seperti pelangi selalu terlihat pertanda bahwa hidup nya selalu bahagia -Faris Dawlah Nasir
Izinkan Aku Mengkhitbahmu dengan Keislamanku by Bintunzahrah
Bintunzahrah
  • WpView
    Reads 54,106
  • WpVote
    Votes 1,592
  • WpPart
    Parts 5
Izinkan Aku Mengkhitbah Mu dengan Keislaman Ku" SATU -Dia Bukan Biasa- ku ukir nama itu penuh Tanya dalam jiwa nan gelisah, tak tau apa yang sedang menyerang dalam dada. Sesak begitu terasa mengiringi derai hembusan nafas yang menyelimuti jiwa yang gamang. Ada butir-butir air mata yang menggelayut, seakan jatuh, tapi enggan. Gelisah, gelisah dan gelisah mengiringi tiap tapak kaki. "Kapan kan berakhir?" tanyaku pada awan yang gelap, pada bulan yang mendung, pada dedaunan yang rimba...tak satu pun nan ingin menjawab tanyaku. Ku langkahkan kaki ini diatas rerumputan nan hijau, ku pandangi rumput itu, mereka tertunduk sedih memandangku. Seakan mereka juga memahami galaunya jiwa ini. Ku terhenti dari langkah-langkah kecilku saat ku tatap bintang nanjauh disana Duhai bintang nan jauh disana, tahukah kau akan isi hati ini yang sebenarnya? Jiwa ini yang sebenarnya? jiwa dahulu yang tenang, jiwa dahulu yang damai, kini telah terusik oleh yang namanya cinta.