HushLatte_
- Reads 564
- Votes 116
- Parts 3
Davioline Mareia Vanisa tidak pernah menyangka, gadis yang dulu ia genggam erat, dalam ruang kelas yang bau spidol dan mimpi, kini berdiri jauh di atas panggung megah, disinari lampu yang tak pernah berhenti mencintai Rachelie seperti dirinya mencintai secara diam-diam.
Dulu, mereka adalah segalanya bagi satu sama lain. Cinta yang tumbuh samar di antara tugas matematika yang tidak pernah selesai, senyum yang dicuri saat jam istirahat, dan rencana-rencana masa depan yang mereka pikir bisa mereka taklukkan berdua.
Namun waktu punya caranya sendiri untuk merenggangkan tangan yang tadinya begitu erat. Ambisi menarik Rachelie ke langit. Sedangkan kenyataan menahan Davioline di bumi, di tepian kenangan yang tak pernah selesai ia buang.
Kini Rachelie Caelia Abigail adalah sosok bersuara emas, dipuja penonton, hidup dalam hiruk pikuk sorotan dan tepuk tangan.
Sementara Davioline...
Terkadang ia hanya bisa mencintainya lewat layar, melalui lagu-lagu yang samar-samar masih menyimpan jejak masa lalu mereka-lagu yang diam-diam ia tahu, masih menyebut namanya.
Namun takdir tidak pernah benar-benar selesai dengan dua hati yang pernah saling memilih. Suatu kejadian, satu panggilan, dan sebuah pertemuan tak terduga memaksa mereka menatap satu sama lain lagi, kali ini tanpa seragam sekolah, tanpa janji manis remaja, hanya dua jiwa yang tumbuh dengan cara yang berbeda namun tetap saling mengingat.
Pertanyaannya kini sederhana, tapi juga paling menyakitkan:
Apakah cinta yang dulu karam di laut, masih punya kesempatan menyentuh langit? Atau justru karam kembali, kali ini tanpa kesempatan kedua?