aprilmaharini27
Semuanya bermula dari sebuah nama.
Di sebuah desa kecil di Wonogiri, seorang gadis bernama Nilmaha Rinindra yang akrab dipanggil Rinindra dibuat penasaran oleh sosok adik kelas yang sering ia lihat dari kejauhan. Selama tiga minggu, ia mencari tahu siapa pemilik nama itu. Hingga akhirnya ia menemukan jawabannya: Muhammad Youssef.
Saat itu Rinindra duduk di kelas delapan, sedangkan Youssef masih menjadi siswa kelas tujuh. Rasa penasaran yang awalnya sederhana perlahan berubah menjadi perasaan yang lebih dalam.
Tak disangka, perasaan itu berbalas.
Melalui seorang teman bernama Aksa, Youssef meminta nomor telepon Rinindra. Dari pesan-pesan sederhana yang awalnya hanya berisi sapaan, tumbuhlah kisah cinta remaja yang hangat dan penuh kebahagiaan.
Namun, hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan.
Perpisahan datang ketika Rinindra harus melanjutkan sekolah ke Jakarta. Jarak memisahkan mereka dan hubungan yang pernah begitu indah akhirnya harus berakhir.
Tahun-tahun berlalu. Ketika Rinindra mulai percaya bahwa kisah mereka telah selesai, takdir kembali mempertemukan mereka di kota yang sama. Youssef yang kini merantau ke Jakarta hadir kembali dalam hidupnya.
Harapan yang dulu sempat padam perlahan menyala kembali. Namun kali ini berbeda, Rinindra mencintai Youssef dengan sepenuh hati, sementara Youssef hanya hadir melalui perhatian dan sikap yang menyerupai cinta. Ia ada di setiap langkah, tetapi tak pernah benar-benar memilih untuk menetap.
Dan dari sanalah perjalanan panjang Rinindra dimulai. Perjalanan tentang mencintai orang yang sama selama bertahun-tahun, tentang menunggu tanpa kepastian dan tentang belajar menerima bahwa tidak semua yang tumbuh bersama akan berakhir bersama.
Sebab terkadang, yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan seseorang. Melainkan menyadari bahwa orang yang selama ini menjadi rumah bagi hatimu, tidak pernah benar-benar menjadikanmu tempat untuk pulang.