zetacentauri's Reading List
14 stories
The Proposal | A Romantic Comedy por chupachipp
chupachipp
  • WpView
    LECTURAS 539,339
  • WpVote
    Votos 47,139
  • WpPart
    Partes 66
❝ Is it okay to marry the groom before their love bloom? ❞ The Proposal - 2020
Kita por renitanozaria
renitanozaria
  • WpView
    LECTURAS 5,856,905
  • WpVote
    Votos 348,284
  • WpPart
    Partes 44
[Completed] Aku tidak pernah percaya pada keajaiban. Lalu kemudian, aku melihatmu tertawa.
2 Itu Teman, 37 Itu Satu Kelas! [HABIS GELAP TERBITLAH BUKU] por Cartoonize
Cartoonize
  • WpView
    LECTURAS 1,646,007
  • WpVote
    Votos 128,048
  • WpPart
    Partes 30
[sudah diterbitkan oleh penerbit Bukune] Ini tahun terakhir saya di SMP. Dengan segala ke-labilan khas anak remaja SMP, semua orang sibuk belajar buat UN. Tetapi rasanya saya agak salah fokus. Duduk di kelas berisi makhluk-makhluk aneka rupa - Saya nggak bisa nggak bikin cerita tentang kelas sableng ini. Lagipula, sekolah nggak cuma buat nilai aja, kan?
ROSE QUARTZ por renitanozaria
renitanozaria
  • WpView
    LECTURAS 2,944,988
  • WpVote
    Votos 306,081
  • WpPart
    Partes 41
[Completed] (sebagian chapters diprivat untuk followers, follow untuk membaca) Cerita ini bukan apa-apa. Hanya kisah tentang seorang astronot bernama Adrian, yang menolak berada di luar orbit sebuah galaksi yang dia namai Azalea
[SUDAH TERBIT] Petjah por mongseptember
mongseptember
  • WpView
    LECTURAS 3,376,627
  • WpVote
    Votos 212,778
  • WpPart
    Partes 56
Nadh sayang Dimas tapi Dimas benci Nadh. Nadh disayang semesta dan semesta memberikan satu permintaan padanya. Nadh meminta Dimas beserta hatinya. Semesta mengabulkannya. Lalu datang satu orang lagi dalam permainan ini, Biru. Biru sayang Nadh, tapi apa Nadh bisa menyayangi Biru? Satu dari seribu, aku mau kamu. Semesta mempermainkan Nadh dan membuat hidupnya petjah.
Nama Pena [8/8 End] por just-anny
just-anny
  • WpView
    LECTURAS 179,144
  • WpVote
    Votos 18,922
  • WpPart
    Partes 8
[hanya dipublish di http://wattpad.com/user/just-anny, jika menemukan cerita ini di situs lain artinya itu merupakan PLAGIAT/PENYEBARAN TANPA IZIN] Nggak. Gue gak pake nama pena untuk surat-menyurat dengan teman jauh melalui kantor pos. Gue bukan sedang terlibat permainan yang rasanya udah bukan masanya lagi itu. Gue hanya..., merasa terdampar di dunia maya. Tenggelam di dunia yang gue buat sendiri. Mungkin gak sih kita jatuh cinta dengan orang yang bahkan belum pernah kita temui? Mungkin gak sih dia yang maya bisa mengalahkan dia yang nyata? Ketika just-anny 'bertemu' dengan just-prama. copyright © 2014 by just-anny [status: belum revisi]
Secret Love Song por renitanozaria
renitanozaria
  • WpView
    LECTURAS 2,704,919
  • WpVote
    Votos 299,192
  • WpPart
    Partes 42
[Completed] (sebagian chapters diprivat untuk followers, follow untuk membaca) Untukmu, yang berani singgah namun tak pernah sungguh. Tentang kita, yang dulu sedekat nadi tapi terlalu rumit untuk menjadi. Dariku, yang masih menyayangimu. update mingguan setiap hari selasa.
2 Itu Teman, (40-1) Itu Satu Kelas! [ON HOLD] por Cartoonize
Cartoonize
  • WpView
    LECTURAS 195,763
  • WpVote
    Votos 17,625
  • WpPart
    Partes 10
Satu tahun di 9D, berkat kebaikan dari Yang Maha Kuasa, saya berhasil bertahan hidup. Sekolah saya sekarang merupakan salah satu SMA favorit. Takut akan bosan berada dalam lautan bocah alim - Saya berencana mentransisi teman-teman baru saya jadi bocah gila. Siapa sangka mereka semua ternyata sudah tidak waras sejak awal? [Sekuel dari 2 Itu Teman, 37 Itu Satu Kelas!]
Unsaid Things por seoulievibe
seoulievibe
  • WpView
    LECTURAS 11,152
  • WpVote
    Votos 847
  • WpPart
    Partes 41
Rentetan kata yang tak bisa terucap.
Es Potong dari Kota Sekedipan Mata [ONE SHOT] por Cartoonize
Cartoonize
  • WpView
    LECTURAS 9,696
  • WpVote
    Votos 1,597
  • WpPart
    Partes 1
[cerita pendek] Untuk kesekian kalinya tanganku meraih tengkuk leher, mengusapnya sejenak sembari berjalan melewati gerbang sekolahku yang selalu terlihat kukuh bagi orang awam lalu-lalang, yang berbisik riuh, berhenti sejenak lalu menerka-nerka seberapa megahnya kira-kira sekolah ini terlihat dari dalam. Ah, cuacanya panas. Bel tanda pulang belum berbunyi, tetapi dengan ringannya aku melenggang keluar, menuju gerobak penjual es potong yang tampak menjanjikan.