Leo Valdez
4 قصص
2 Itu Teman, (40-1) Itu Satu Kelas! [ON HOLD] بقلم Cartoonize
Cartoonize
  • WpView
    مقروء 195,851
  • WpVote
    صوت 17,626
  • WpPart
    فصول 10
Satu tahun di 9D, berkat kebaikan dari Yang Maha Kuasa, saya berhasil bertahan hidup. Sekolah saya sekarang merupakan salah satu SMA favorit. Takut akan bosan berada dalam lautan bocah alim - Saya berencana mentransisi teman-teman baru saya jadi bocah gila. Siapa sangka mereka semua ternyata sudah tidak waras sejak awal? [Sekuel dari 2 Itu Teman, 37 Itu Satu Kelas!]
The Wacky Games بقلم EmhaEff
EmhaEff
  • WpView
    مقروء 1,834
  • WpVote
    صوت 87
  • WpPart
    فصول 5
Sebuah Parodi The Hunger Games... Katun Verdian adalah seorang remaja galau yang tinggal di sebuah negeri dystopia bernama Paniyem. Ketika sebuah even sadis berjuluk The Wacky Games dihelat dan adiknya terpilih sebagai salah seorang tribut, Katun memutuskan buat jadi sukarelawan dan meninggalkan gebetannya, Galah Hartono, untuk berjuang mati-matian melawan 23 tribut lainnya demi menjadi satu-satunya pemenang dalam The Wacky Games. Akankah Katun memenangkan permainan ini dengan selamat? Akankah Katun kembali ke pelukan Galah? Akankah ada yang peduli dengan kisah parodi ini? Temukan jawabannya dalam The Wacky Games! © 2014-2015 by emha eff
2 Itu Teman, 37 Itu Satu Kelas! [HABIS GELAP TERBITLAH BUKU] بقلم Cartoonize
Cartoonize
  • WpView
    مقروء 1,646,734
  • WpVote
    صوت 128,084
  • WpPart
    فصول 30
[sudah diterbitkan oleh penerbit Bukune] Ini tahun terakhir saya di SMP. Dengan segala ke-labilan khas anak remaja SMP, semua orang sibuk belajar buat UN. Tetapi rasanya saya agak salah fokus. Duduk di kelas berisi makhluk-makhluk aneka rupa - Saya nggak bisa nggak bikin cerita tentang kelas sableng ini. Lagipula, sekolah nggak cuma buat nilai aja, kan?
Revan & Reina بقلم bellawrites
bellawrites
  • WpView
    مقروء 8,954,618
  • WpVote
    صوت 168,801
  • WpPart
    فصول 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.