kertasminyak_'s Reading List
3 historias
ZOE : Cerita Yang Panjang Untuk Cinta Yang Sedih por kertasminyak_
kertasminyak_
  • WpView
    LECTURAS 579
  • WpVote
    Votos 40
  • WpPart
    Partes 29
[COMPLETE STORY] "Barang kali kau merasa dikhianati, ini aku yang tidak akan mengkhianati. Barangkali kau merasa ditinggalkan, ini aku yang tidak akan meninggalkan. Barangkali kau merasa kesepian, ini aku, kesepian lainnya." Detik itu, Duniaku kembali runtuh. Seluruh air mata yang ku sembunyikan tujuh belas tahun belakangan mendadak tumpah ruah. Aku terisak hebat, menggerang dan mengaduh keras-keras hingga langitpun menutup rapat telinga. *** Novel ini mengkisahkan perjalanan seorang perempuan yang mampu menegak dengan kakinya sendiri, berbicara atas pikirannya sendiri, namun tak pernah mampu menangis pada lukanya sendiri. Sebuah kisah yang panjang untuk akhir yang sedih.
Ketika Semesta Sedang Bercanda por kertasminyak_
kertasminyak_
  • WpView
    LECTURAS 1,372
  • WpVote
    Votos 152
  • WpPart
    Partes 42
Sekolah Menengah Atas. Latar belakang dari setiap cerita cinta yang dibalut seragam putih kelabu, topi, dasi dan bahkan sabuk hitam yang selalu hilang dua jam sebelum upacara bendera. Tapi sayangnya, riuh merah jambu itu hanyalah bualan dongeng pengantar tidur. Sekolah sebenarnya tak lebih dari tempat berkumpulnya jiwa-jiwa murung yang terkungkung dibalik buku-buku tebal, rantaian peringkat ujian, dan harapan gemilang masa depan. Salah satu jiwa murung itu adalah Alan, seorang lelaki rapuh yang terus melarikan diri dari penyesalan. Tak sengaja, ditengah pelariannya, ia bertemu seorang gadis bernama Kinan. Seorang gadis populer sekolah yang memenuhi seluruh standar definisi 'Sempurna'. Namun siapa sangka, dibalik kesempurnaan itu Alan malah tak sengaja menemukan luka Kinan yang menganga. Lalu, akankah jiwa-jiwa murung itu berhasil membebaskan diri dari cengkraman canda semesta atau malah lebih memilih untuk berlari dan terus menyembunyikan diri?
Kepada, [TAMAT] por kertasminyak_
kertasminyak_
  • WpView
    LECTURAS 12,710
  • WpVote
    Votos 897
  • WpPart
    Partes 32
Di hadapan Ranu Kumbolo gadis itu kembali menatap kabut yang mulai turun. Dibelakangnya dua sosok manusia sedang berpelukan melawan suhu dingin yang menerpa. Salah satu diantara mereka bertiga menunggunya mulai menulis. "Ta, sudahlah." Aku akan menulis, ini untuk terakhir kalinya. Lelaki itu menghela nafas panjang "Sudahlah. Semakin sukar kau akan melepasnya." Tidak. Aku akan menulis. Yang diajak berbicara hanya mengangguk lemas. "Cepatlah, Ta. Aku tidak mau kau mati hipotermia hanya karena sepicisan surat cinta." Menurutmu ini surat cinta? "Lantas?" Gadis itu diam, matanya berkaca-kaca.