Duasatujanuari's Reading List
4 stories
What Would A Doctor Do? by mysticahime
mysticahime
  • WpView
    Reads 166,564
  • WpVote
    Votes 4,627
  • WpPart
    Parts 6
Previously: Euphoria [PEMENANG THE WATTYS 2021 KATEGORI NEW ADULT] [DAFTAR PENDEK THE WATTYS 2021] [Ambassador's Reading List Januari 2022] Sebagai seorang dokter, kehidupan Hera tidak bisa dibilang biasa-biasa saja. Ada hal-hal di luar medis yang harus diperhatikannya, seperti masalah asuransi, masalah bunga untuk permintaan maaf, hingga masalah warisan dari pasien sekarat. Ironis, pekerjaannya bertambah menjadi mediator antara keluarga pasien dan pihak medis, sementara keluarga sendiri sedang di ambang krisis. Rumah sakit yang biasanya menjadi rumah kedua tidak terasa seperti rumah. Ketika pulang ke rumah di masa cuti panjangnya, rumah pun tidak terasa seperti rumah. Hera malah menemukan rumah di tempat lain, pada sosok seorang teman yang tidak pernah diduganya. Pada seorang Arjuna Dwisakti yang menimbulkan euforia berbalut tanda tanya setiap kali berada di sekitarnya. A sequel of 'And You're Gonna Be Happy', dapat dibaca terpisah. -mysticahime, 2020 #1 quarterlifecrisis 16/3/2021 #1 worklife 26/5/2021 #1 bswclub 22/11/2021 #1 doctorlife 5/12/2021 #1 quotatracking 7/12/2021 #1 originalfiction 12/12/2021 #1 Euphoria 15/12/2021 #5 Bandung 27/01/2022 #2 comedy 15/03/2022 #6 Pertemanan 17/04/2022
Layak Diingat by valeriepatkar
valeriepatkar
  • WpView
    Reads 600,086
  • WpVote
    Votes 78,973
  • WpPart
    Parts 26
(SELESAI) Karena ada yang layak diingat, meski banyak yang patah di sebuah rumah. Bagian dari Loversation untuk Ardan.
Trust by dhitapuspitan
dhitapuspitan
  • WpView
    Reads 4,228,258
  • WpVote
    Votes 274,167
  • WpPart
    Parts 54
Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.