chayaloka
- Reads 3,541
- Votes 1,828
- Parts 19
Lexa, seorang wanita setengah tangguh yang sudah melewati beragam liku kehidupan, kini menemukan kebahagiaannya dalam kesendirian yang penuh makna. Setelah bertahun-tahun merantau jauh dari orang tuanya, dan memilih Solo sebagai kota pelarian. Dia belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari percintaan, melainkan dari proses menerima diri dan mencintai apa yang ada.
Meski pernah patah berkali-kali, Lexa menemukan kedamaian dalam cinta tanpa syarat dari jiwa kecil yang selalu setia menunggunya pulang. Tatapan penuh pengertian dan kehangatan, mengajarkannya tentang ketulusan, kesetiaan, dan cinta yang tak memerlukan kata-kata.
Bergelut dengan kerinduan pada orang tua yang jauh, serta pertanyaan tentang hidup yang selalu membuatnya sulit bernapas.
Lexa membuktikan bahwa kebahagiaan sejati datang ketika kita mampu berdamai dengan masa lalu dan percaya bahwa takdir selalu membawa kita pada tempat yang tepat.
Cerita Lexa mengingatkan kita bahwa rumah tidak selalu tentang tempat, tapi tentang hati yang menemukan kedamaian dalam segala hal yang sederhana.