baper stories.
4 stories
Cinta Sebatas Jendela por Danylan
Danylan
  • WpView
    LECTURAS 85,591
  • WpVote
    Votos 3,766
  • WpPart
    Partes 12
Ketika dia terlalu indah untuk digapai. Ketika yang bisa lo lakukan hanya memandangi dia dari jauh,berharap suatu hari dia melihat lo lebih dari orang yang lewat disekitar dia. A short story by Danylan terinspirasi dari pengalaman nyata. Copyright © Danylan & Toxicirwin Highest rank : shortstory #10 - March 5th 2015 -completed-
Dilema por toxicirwin
toxicirwin
  • WpView
    LECTURAS 2,519,186
  • WpVote
    Votos 83,556
  • WpPart
    Partes 72
Hidup itu penuh kesedihan dan kesenangan, tapi hidup gue kayaknya gaada diantara kedua itu. Di masa SMA gue ini, gue pikir hidup gue bakal biasa kayak kehidupan SMP gue. Tapi, takdir mengatakan lain. Gue ketemu first love yang akhirnya mengenal gue dan gue juga ketemu cowok yang gue idamkan dari dulu. Gak habis pikir hidup gue kenapa jadi gini? highest rank: #1 Humor 31 January 2015, #15 Teenfic 5th November 2014 Copyright © Toxicirwin and Danylan 2013 All rights reserved Completed - 3 Desember 2017 -
The Coldest Boyfriend[NASIONAL BEST SELLER] por itsfiyawn
itsfiyawn
  • WpView
    LECTURAS 12,422,799
  • WpVote
    Votos 231,858
  • WpPart
    Partes 32
[SUDAH DITERBITKAN! BISA LANGSUNG BELI DI GRAMEDIA TERDEKAT!] Tindakan menjiplakan dalam bentuk apa pun tidak termaafkan. Tidak selamanya 'dingin' itu membekukan. Kadang yang 'dingin' itulah bisa jadi yang paling meluluhkan. Seperti dia, yang dingin tapi selalu bisa menumbuhkan cinta. Satu nama yang akan mengantarmu pada pahit manisnya berjuang tapi tak terbalaskan. ©2015 by Fiya
Revan & Reina por bellawrites
bellawrites
  • WpView
    LECTURAS 8,954,208
  • WpVote
    Votos 168,792
  • WpPart
    Partes 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.