jalilfunny
- Reads 1,573
- Votes 192
- Parts 16
Menunggu, bukankah itu diam-diam menyenangkan? Seperti cinta yang tak tergesa, ia tumbuh perlahan, mengakar dalam, menjulang tanpa suara-hingga menjadi kokoh, sanggup bertahan dari musim yang datang silih berganti, bahkan ketika angin berusaha meruntuhkannya.
Seperti Zayyan-seorang pemuda dengan keteguhan yang nyaris sunyi-yang memilih tinggal, menunggu. Ia menanti bukan waktu, melainkan hati Fasya; berharap suatu hari, di antara retak dan ragu, akan tumbuh sebutir benih baru... benih yang memilihnya.