vorzuis
- Reads 1,761
- Votes 346
- Parts 20
Dia adalah api yang tenang dalam balutan sutra dan stiletto. Annette Wang tahu apa yang dia inginkan, dan dia tidak pernah meminta; dia melempar umpan dan menunggu.
Dia adalah badai yang terbungkus arogansi dan aroma sandalwood. Altair Harimukti tidak pernah mengejar; dia adalah pusat gravitasi.
Dua kutub yang sama-sama dominan seharusnya saling menolak. Namun, semesta punya selera humor yang kejam. Sebuah pertemuan tak sengaja mengubah koridor kampus menjadi medan perang sunyi. Tanpa sapaan, tanpa perkenalan, hanya lewat kode-kode visual yang membakar kewarasan. Mereka terjebak dalam frekuensi yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.
Sebuah chemistry yang terlalu berbahaya untuk disebut cinta, namun terlalu dalam untuk sekadar nafsu.
Mereka bilang, jangan bermain api jika tak ingin terbakar. Tapi bagaimana jika terbakar adalah satu-satunya cara untuk merasa hidup?