stmrlna
Di balik hiruk-pikuk SMA Tunas Bangsa, ada dua nama yang selalu jadi bahan bisik-bisik-Anna dan Alfin. Bukan karena mereka serasi, tapi justru karena mereka seperti dua kutub yang tak pernah sejalan. Jika bertemu, suasana berubah seperti adegan Tom and Jerry-penuh kejar-kejaran, sindiran, dan pertengkaran tanpa akhir. Tak heran, teman-teman mereka menjuluki keduanya "Curut dan Tikus."
Alfin-si "prince" sekolah-terbiasa hidup dalam sorotan. Senyumannya mampu meluluhkan banyak hati, tapi di balik itu, ia adalah badai yang tak bisa dijinakkan. Tawuran, pelanggaran, dan membuat guru mengelus dada adalah bagian dari kesehariannya.
Sementara Anna-Ketua OSIS yang dingin dan tegas-adalah definisi dari ketertiban itu sendiri. Tatapannya saja cukup membuat siapa pun memilih diam. Ia hidup dengan aturan, disiplin, dan jarak.
Dua dunia yang berbeda. Dua ego yang sama-sama tinggi.
Namun, bagaimana jika di balik pertengkaran yang tak pernah usai, diam-diam tumbuh perasaan yang bahkan mereka sendiri takut untuk akui?
Karena terkadang, kebencian hanyalah topeng paling rapi... untuk menyembunyikan sesuatu yang disebut jatuh cinta.