amisiregar's Reading List
5 stories
PainKiller by norsamora
norsamora
  • WpView
    Reads 1,677,075
  • WpVote
    Votes 8,341
  • WpPart
    Parts 5
[17+] PAIN SERIES: #1 INGAT! POKOKNYA BIMBINGAN ORANG TUA KARNA BANYAK ADEGAN KURANG BAGUS UNTUK DICONTOH! (NO ADEGAN SEX!) Dibalik semua bencana ada sebuah rencana dari Tuhan yang sudah tersusun rapi. Rencana yang mampu merubah duniamu, memberikan pelajaran baru, dan membuatmu menghargai arti dari kehadiran seseorang. 'Luka itu tidak bisa disembuhkan oleh waktu. Karna obatnya adalah kamu.' ...Dan aku percaya akan hal tersebut.
Amor Est Poena -TS(1) SUDAH TERBIT by Stephn_
Stephn_
  • WpView
    Reads 8,724,595
  • WpVote
    Votes 570,724
  • WpPart
    Parts 58
[[ TELAH TERSEDIA DISELURUH GRAMEDIA INDONESIA DAN TOKO BUKU]] Highest rank: 1 in Romance [25/06/2017] (Segera dinovelkan) Prelogy Silent love Percayakah kamu bahwa dunia ini terus berputar? Akan datang waktunya, Dimana yang mengejar jadi dikejar Yang berjuang akan berbalik jadi diperjuangkan. Yang menyakiti akan berbalik merasakan sakit. Akan datang masanya, Ketika sebuah ketulusan dibalas dengan kebencian. Saat perjuangan dan pengorbanan hanya dibalas dengan dusta. Sekarang mungkin kamu bisa tertawa bahagia melihat dia tersakiti. Tapi tidak ada yang tahu bahwa suatu saat kamu akan menangis dan menyesal. Saat kamu tahu hatinya bukanlah untukmu lagi. ------------- 2010 Fara: "Gue cinta sama lo Wil" Willy:"Tapi gue nggak, stop ganggu hidup gue!" 2017 Willy:"Gue cinta sama lo Ra" Fara:"Telat Wil"
... by radinazkia
radinazkia
  • WpView
    Reads 6,951,358
  • WpVote
    Votes 84,626
  • WpPart
    Parts 6
Psycho! Let Me Go! [1st of The Darkness Series]  by julisaagustia
julisaagustia
  • WpView
    Reads 208,393
  • WpVote
    Votes 9,371
  • WpPart
    Parts 10
Arnelia Garside berharap angin malam kota London dapat menenangkannya, meskipun ia ragu melihat gemerlap lampu di keramaian seolah menguji kenormalan matanya. Ditemani seorang gadis penjual kue, ia menikmati pemandangan yang kota London berikan sekaligus berusaha membuang beban hidupnya yang mulai membunuhnya secara perlahan. Semula ia berpikir dapat melalui konflik yang menyiksa itu hanya dalam semalam, tapi ketika ia terbangun dan mengamati tempatnya tersadar, baru gadis itu sadari. Bahwa ia termasuk mangsa selanjutnya di dalam sana. Hanya tinggal menunggu sang pemegang 'kehidupan' mengambilnya hidup-hidup. Steve Mallory mulai bosan dengan gaya hidupnya yang selalu membawa wanita yang berbeda setiap malam hanya untuk memuaskan nafsu birahinya yang tak terkendali. Pria tampan itu, selalu mampu memuaskan setiap pasangannya di ranjang, tapi apabila ia bosan dan tak terpuaskan, wanita-wanita itu akan mendapatkan hukuman yang setimpal dan berakhir dengan nyawa sebagai penutup malam. Sebagai teman baik, Steve mengunjungi salah satu tempat usaha kawan lamanya, hanya sekedar memastikan bahwa ia cukup baik di mata umum. Ketika ia sampai pada tempat yang dimaksud, perhatiannya langsung tertuju pada gadis bermata 'turqouise' di ujung ruangan yang meringkuk kedinginan. Arnelia tahu ajal akan segera menjemputnya. Tapi tiba-tiba seorang pria datang mengaku sebagai malaikat penolongnya. Awalnya terlihat begitu, tapi baru ia sadari bahwa pria itu, bukanlah malaikat penolong seperti yang dikatakannya. Melainkan iblis yang selalu meminta dipuaskan nafsu birahinya. PSYCHO! LET ME GO!© Kisah seorang psikopat penggila seks yang berusaha mencari kenikmatan seksual pada setiap wanita. Sebuah kisah penuh penyiksaan dan banyak hal-hal gila yang akan bermunculan di tengah cerita. Bagi kalian yang masih di bawah umur silahkan pikirkan kembali cerita yang akan kalian baca.
Revan & Reina by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 8,954,207
  • WpVote
    Votes 168,792
  • WpPart
    Parts 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.