[ M U S T R E A D ]
7 historias
Melalui Lensa por prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURAS 11,686
  • WpVote
    Votos 2,306
  • WpPart
    Partes 1
[1/1] Sebelum kakiku sempat melangkah mundur, jemarinya yang dingin mencengkeram tanganku. Dan bersama jiwaku di cengkeraman jemarinya itu, dia melompat. Seharusnya aku tidak pernah menyadari keberadaan sebuah siluet di layar kameraku.
Pukul Sembilan por expellianmus
expellianmus
  • WpView
    LECTURAS 27,876
  • WpVote
    Votos 4,314
  • WpPart
    Partes 1
[1/1] Bagiku, ucapan selamat malam adalah ucapan penghargaan untuk seseorang karena telah berhasil melewati harinya. Dan bagiku, ucapan selamat malam harus diucapkan sebelum pukul sembilan. Karena setelah pukul sembilan, aku seperti mayat berjalan. Dan karena hidupku, bisa dibilang, berakhir pada pukul sembilan.
Eyeless,but not blind por choissant
choissant
  • WpView
    LECTURAS 473
  • WpVote
    Votos 53
  • WpPart
    Partes 13
World is a theatre stage Go watch it It's so amusing
[PUBLISHED] Belenggu Kata por why-way
why-way
  • WpView
    LECTURAS 437,077
  • WpVote
    Votos 22,236
  • WpPart
    Partes 112
[Sudah diterbitkan] "Ketika kemarau masih setia memeluk September, ada dia yang sendiri memeluk kenangan. Memeluk tangis, tak mau reda. Dia adalah aku. Yang tak mampu beranjak ... dan tak berupaya pergi." *** Bentuk pelampiasan dari seorang pengarang amatir yang kehabisan waktu menulisnya karena tugas yang menumpuk. Copyright © 2015, Wandazzh Kover terbaik dibuat oleh: @farfalla- [#2 in Poetry: 2/5/16, 18/6/16, 19/6/16, 30/7/16]
Surat untuk Penyair Muda por didi80
didi80
  • WpView
    LECTURAS 470
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 1
Bacaan wajib bagi Anda yang sedang memulai atau ingin mulai menekuni dunia kepenulisan, baik puisi, cerita dan lainnya. Surat untuk Penyair Muda merupakan surat terbuka yang diterjemahkan oleh Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri dari Letters to a Young Poet karya Rainer Maria Rilke (Jerman). Berisi nasehat-nasehat dan gambaran-gambaran riil tentang lika-liku dunia kepenulisan, yang mungkin sangat jauh dari gambaran Anda. Sebagai pengantar, disajikan pula puisi dari penyair gaek Indonesia, Saini KM dengan judul yang sama. Semoga bermanfaat.
Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU] por Crowdstroia
Crowdstroia
  • WpView
    LECTURAS 2,669,057
  • WpVote
    Votos 150,125
  • WpPart
    Partes 40
[ isi konten telah dihapus kecuali prolog dan chapter 1-3 ]. Seperti teh, yang membuat tubuh rileks dalam memulai hari, ia tetap tampil anggun meski sejatinya terasa pahit. Nona Teh sesungguhnya adalah wanita karier berusia matang. Dianggap berhasil dalam banyak hal kecuali pernikahan. Tidak ada tuntutan menikah dari orang tua, hanya pandangan miring yang diterimanya dari orang awam. Aku mendoakan agar kekosongan hatinya diisi seseorang. Tapi Tuhan belum mengabulkan doaku hingga enam tahun kemudian. Seperti kopi, yang membantu tubuh tetap terjaga, ia juga menyimpan kegetiran yang pekat jika diminum tanpa gula. Tuan Kopi sejatinya adalah pria mapan yang belum menikah bukan karena takut berkomitmen, tapi karena sekotak masa lalu hitam di belakang yang mencakar benak tiap ia terbangun dari mimpi buruk. Aku berdoa agar ia dipertemukan dengan Nona Teh. Tapi aku telat menyadari bahwa Tuhan memiliki cara sendiri dalam mempertemukan dua orang yang Dia kehendaki. Karena kadang, manusia menilai hanya dari apa yang tampak di mata. Tanpa menyelami hakikat dari realita yang sebenarnya. Copyright © 2014 by Crowdstroia on Wattpad WARNING: cerita ini sudah dikirim ke penerbit. Thanks buat @Fiavhia yang nyumbang kata di blurb ini dan @Nikenayu30 yg udah bantu kasih saran buat bikin blurb-nya :D