my favorit
15 stories
Valery by rinawidi
rinawidi
  • WpView
    Reads 375,578
  • WpVote
    Votes 20,567
  • WpPart
    Parts 25
Siapa sih yang nggak kenal Valery? Cewek trouble yang terkenal di kalangan guru dan anak-anak di sekolahnya. Dan pada suatu hari, ia dipertemukan kembali oleh musuhnya sejak ia duduk dibangku sekolah dasar . Namanya Andrio. Si cowok super cool, pinter dan jago banget main basket. Dan entah kenapa semua siswi cewek sekolahnya sangat mengangumi Rio. Tapi tidak untuk Valery, ia sangat membenci Rio. Kalo mereka disatuin gimana jadinya? Saling menyatu, selamanya bermusuhan atau mereka malah adu tinju? Entahlah, Biar waktu yang menjawabnya....
STILETTALE (SELESAI) by Cendarkna
Cendarkna
  • WpView
    Reads 1,810,640
  • WpVote
    Votes 141,397
  • WpPart
    Parts 34
Sudah hadir di toko buku kesayangan Anda, bukan toko bangunan Buruan miliki versi cetak Stilettale sebelum ga ada di toko lagi!!!
Blacky White by nunizzy
nunizzy
  • WpView
    Reads 11,300,031
  • WpVote
    Votes 524,512
  • WpPart
    Parts 48
•Available in Bookstore• Klise. Cewek dingin dipertemukan dengan cowok supel. Atau mungkin sebaliknya. Tapi, cerita ini mungkin berbeda. Justru, keduanya sama-sama dingin, tak tersentuh, jutek, dan ketus. Dan ingat, tidak hanya mereka berdua yang hidup didunia ini. Semua bisa berubah seiring berjalannya waktu. Copyright © 2017 by nunizzy. Blurb versi cetak : Kadang cinta seperti bunga liar. Tumbuh tanpa diduga, di tempat yang tidak seharusnya, dan terus kembali tak peduli berapa kali pun kau singkirkan. Namun, sulit untuk memungkiri, sesekali keindahannya membuat kau berpikir; apa aku benar-benar ingin memangkasnya? Itu juga yang dirasakan Diandra. Hatinya yang sengaja ia tutup. diketuk oleh orang yang tak disangkanya-Mario, kakak kelas yang paling menyebalkan. Perlahan rasa itu menyelinap, mengisi ruang kosong di hatinya. Haruskah ia menyerah lalu membiarkan putih masuk saat ia terlanjur nyaman dengan hitam? Satu hal yang Diandra tahu, ia harus pastikan bahwa ini benar-benar cinta.
The Chance by angelxs_
angelxs_
  • WpView
    Reads 7,365,874
  • WpVote
    Votes 419,545
  • WpPart
    Parts 57
[PUBLISHED] Setelah 4 tahun tidak bertemu dengannya, akhirnya aku bisa bertemu dengannya lagi. Akhirnya aku bisa melihat wajahnya lagi. Akhirnya aku bisa melihat senyumnya yang selalu menjadi favoritku. Tapi, bisa kah dia memaafkanku atas kesalahanku dulu? "Kali ini, biarkan aku yang berjuang untukmu." -Bianca
The Coldest Boyfriend[NASIONAL BEST SELLER] by itsfiyawn
itsfiyawn
  • WpView
    Reads 12,422,785
  • WpVote
    Votes 231,858
  • WpPart
    Parts 32
[SUDAH DITERBITKAN! BISA LANGSUNG BELI DI GRAMEDIA TERDEKAT!] Tindakan menjiplakan dalam bentuk apa pun tidak termaafkan. Tidak selamanya 'dingin' itu membekukan. Kadang yang 'dingin' itulah bisa jadi yang paling meluluhkan. Seperti dia, yang dingin tapi selalu bisa menumbuhkan cinta. Satu nama yang akan mengantarmu pada pahit manisnya berjuang tapi tak terbalaskan. ©2015 by Fiya
Goodbye Popularity by oryzena
oryzena
  • WpView
    Reads 6,191,362
  • WpVote
    Votes 401,223
  • WpPart
    Parts 57
[ON EDITING] [[Beberapa part masih diprivate ]] Apa sih arti populer itu? Menurut kamus Jessy nih, populer itu artinya dikagumi banyak orang, kalau Jessy tentu aja kecantikannya. Pengertian sempit banget yang menjerumuskan Jessy pada penderitaan. Dihina, dicaci maki, dan ditusuk dari belakang sama orang-orang yang mengaku 'teman' cukup membuat Jessy kapok jadi populer. Bermodalkan kaca mata bundar besar, rambut dikepang dua, Jessy menutup segala akses untuk membuatnya populer di SMA-nya. Ia ingin masa putih-abunya tenang, damai, sejahtera. Pacar? Ke laut aja! Temen banyak? Ngapain kalau semuanya ternyata fake! Tapi, saat ada seseorang yang mengetahui jati dirinya, kemudian meminta bantuannya. Ditambah lagi penindasan oleh pasangan iblis di sekolahnya. Membuat Jessy mau tidak mau harus kembali. Apa keputusan Jessy kali ini tepat? Kembali dikenal orang-orang dan mengejar cintanya? Sayang, seharusnya ia tidak kembali. Highest ranking #2 in Teen Fiction (24 Juli 2016)
Caramel Macchiato by ariqohf
ariqohf
  • WpView
    Reads 9,576,714
  • WpVote
    Votes 336,823
  • WpPart
    Parts 50
[CERITA INI SUDAH DITERBITKAN] Dia, seperti Caramel Macchiato. Dibalik tawanya, dia sedih. Dibalik keceriaannya, ia menyimpan luka. Semua orang hanya tahu bahwa ia adalah seseorang dengan sejuta keceriaan yang ia tebarkan tanpa tahu ia juga mempunyai sejuta kenangan pahit yang ia tutupi semanis mungkin. Tapi, tak ada minuman yang tak pernah habis walau terus saja diminum, bukan? Semakin lama, caramel yang ada diatasnya itu terkikis. Lalu, jika caramelnya sudah habis, akan ada rasa kopi yang pahit. Mungkin sedikit pahit karena sudah dicampur oleh gula dan susu. Dan lama lama, dia sudah mulai menampakkan kesedihannya. Membuat semua orang bertanya. Tetapi Ia tetap berusaha untuk menyembunyikannya semanis mungkin walau mungkin tak semanis dulu. Copyright © 2014 by Iffah Ariqoh.
my rival is my husband by Framita24
Framita24
  • WpView
    Reads 1,478,308
  • WpVote
    Votes 45,109
  • WpPart
    Parts 30
"dia adalah orang yang paling menyebalkan di dunia! satu - satunya pria yang harus kujauhi sebelum aku ketiban sial! dan sekarang aku harus jadi istrinya?! nyebelin!!" "dia adalah satu - satunya cewek yang paling menyebalkan di dunia! setiap ada dia, aku selalu kena masalah! dan sekarang aku harus jadi suaminya?! yang benar saja!"
Ensconce by ariqohf
ariqohf
  • WpView
    Reads 161,398
  • WpVote
    Votes 14,790
  • WpPart
    Parts 8
Sejak kapan sih, aku jadi hobi ngintipin orang? Dan sejak kapan, aku rajin nulis buku harian kayak gini? Ah, sejak kapan aku salah tingkah kalau dia melihatku dengan tidak sengaja? Kalian tau nggak, kenapa aku seperti ini? Perkenalkan, aku Norika Refania, sudah 17. By the way, ini rahasia, jangan sampai yang lain tahu. Oke? Aku tahu, kalian bisa menjaganya. Copyright © 2015 by Iffah Ariqoh.
Revan & Reina by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 8,954,201
  • WpVote
    Votes 168,792
  • WpPart
    Parts 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.