b e r r i e s
4 stories
[SUDAH TERBIT] Petjah by mongseptember
mongseptember
  • WpView
    Reads 3,376,570
  • WpVote
    Votes 212,778
  • WpPart
    Parts 56
Nadh sayang Dimas tapi Dimas benci Nadh. Nadh disayang semesta dan semesta memberikan satu permintaan padanya. Nadh meminta Dimas beserta hatinya. Semesta mengabulkannya. Lalu datang satu orang lagi dalam permainan ini, Biru. Biru sayang Nadh, tapi apa Nadh bisa menyayangi Biru? Satu dari seribu, aku mau kamu. Semesta mempermainkan Nadh dan membuat hidupnya petjah.
Aussie by empingunicorn
empingunicorn
  • WpView
    Reads 67,091
  • WpVote
    Votes 4,059
  • WpPart
    Parts 34
"Bukankah SMA itu diisi sama masa bahagia yang bisa kita ceritakan ke cucu-cucu kita saat umur kita sudah bau tanah?" "Iya, kamu betul." "Dan lo bikin semua ini kacau." "Iya, kamu betul lagi. status: unedited and content harsh word. highest rank: #984 in teen fiction: 23/11/2016 © Hak Cipta Terlindungi, oleh empingunicorn, 2015
Dealing With The Bad Boy by sweetyeol
sweetyeol
  • WpView
    Reads 4,446,351
  • WpVote
    Votes 298,249
  • WpPart
    Parts 34
TERBIT & TERSEDIA DI TOKO BUKU | Dunia Natasha berguncang. Natasha tidak pernah mengira bahwa permainan UNO bisa mendatangkan musibah untuknya. Permainan yang awalnya ia kira menyenangkan, ternyata berubah menjadi kesengsaraan ketika ia kalah dan ditantang untuk menembak seorang Ghaksa Andromeda, seorang bad boy keren di sekolahnya. Dunia Natasha benarbenar jungkir balik setelah seorang Ghaksa Andromeda masuk dalam kehidupannya. "Lo mau jadi pacar gue?" "Bukannya gue emang pacar lo? Tapi makasih ya, gue suka surprise-nya. Maaf selama ini sudah nyembunyiin hubungan kita."
Trust by dhitapuspitan
dhitapuspitan
  • WpView
    Reads 4,228,289
  • WpVote
    Votes 274,169
  • WpPart
    Parts 54
Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.