kaelandrift's Reading List
3 stories
Sebelum Kota Itu Hilang by kaelandrift
kaelandrift
  • WpView
    Reads 2,585
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 100
​"Tanah itu kelak tidak pecah. Ia hanya... pergi lalu menghilang." ​Budi menyaksikan kota industrinya mulai berubah menjadi anomali yang asing-persis seperti ramalan kelam yang dulu sering dibisikkan neneknya. Namun bagi Budi, melarikan diri adalah kemewahan yang tak mampu ia beli. Meninggalkan kota ini berarti memutus satu-satunya napas ekonomi bagi keluarganya di kampung. ​Di tengah gemuruh tungku raksasa dan kepulan asap yang mulai menelan kewarasan, Budi dipaksa bertahan. Ia berdiri di atas tanah yang perlahan goyah, memikul beban tanggung jawab yang kian berat. ​Lalu, hadirlah Saka. ​Saka mungkin hanyalah satu lagi beban dalam daftar hidupnya yang rumit. Namun, di balik dinding kamar kos yang sempit dan rahasia yang terkunci rapat, Saka menjadi satu-satunya alasan mengapa Budi masih sanggup menapak di tanah yang kian memudar. ​Sebelum jalan keluar sempat ditemukan, kota itu mulai melenyap. Menelan bangunan, menelan aspal, dan membawa Budi beserta segala rahasia terlarangnya ikut tenggelam ke dalam kehampaan yang abadi.
RATING by kaelandrift
kaelandrift
  • WpView
    Reads 1,415
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 26
Sebelum mutusin jadi pelaut, ada baiknya kamu tahu dulu gimana jalan yang bakal ditempuh. Jangan sampai cuma ikut-ikutan! Jangan juga cuma karena denger katanya gaji pelaut gede, terus nekat nyebur begitu aja. Kisah sukses mereka memang keren buat dijadikan motivasi. Tapi motivasi doang nggak cukup kalau akhirnya kamu malah buang waktu, tenaga, sama biaya... tanpa tahu harus melangkah ke mana. Nah, novel ini cocok banget buat kamu baca. Dari sini, pikiran kamu bakal lebih kebuka: gimana sih cara jadi pelaut? Apa aja strateginya? Gimana lika-liku perjalanannya? --- Sedikit catatan: Sebelum lanjut, jangan lupa follow penulisnya dulu ya. Jadi kalau ada kabar baru, entah itu kejutan atau pengumuman mendadak, kamu nggak bakal ketinggalan update. Kalau kamu sempet pencet tombol vote, penulis bakal makin seneng lagi. Soalnya vote bisa bantu cerita ini naik ke hot list, dan otomatis bisa dibaca lebih banyak calon pelaut... bahkan calon istri pelaut. [Hehehe] iya, abaikan aja tawanya. Terakhir, jangan pelit komentar ya. Dari komentar kamu, penulis bisa tahu di mana kurangnya, biar bisa terus belajar nulis lebih baik. Dan kalau memang perlu, penulis bakal langsung revisi ceritanya biar makin oke. Terima kasih, selamat menikmati cerita! ---
The Story of Sailor by kaelandrift
kaelandrift
  • WpView
    Reads 36,247
  • WpVote
    Votes 2,236
  • WpPart
    Parts 75
"Bukan lautan yang paling ganas, tapi pengkhianatan berulang yang menenggelamkan hati." Aditya lahir di tepian sunyi, di mana tanah sempit membatasi pandangan, tetapi tidak pernah membatasi mimpinya. Sejak kecil, ia ingin berlayar, meski tembok keluarganya menahan langkah, takut miskin karena ombak biaya. Namun waktu akhirnya melunakkan hati mereka-dan Aditya pun diizinkan mengangkat jangkar menuju jalan yang ia impikan: menjadi taruna pelayaran. Tapi laut sejati tidak selalu ada di samudra. Ia bersembunyi di dada manusia. Seragam gagah hanya kulit luar; badai yang sesungguhnya berputar di dalam hati. Di perjalanan itu, Aditya menemukan pelabuhan yang hangat-Vina. Ia kira dermaga itu abadi. Namun kapal yang ia jaga dengan setia diam-diam disandari kapal lain. Janji karam, harapan tenggelam. Ia hancur, terhempas, sebelum akhirnya bangkit dengan layar yang lebih kokoh. Ombak membawa kakinya ke benua jauh, hingga ia menatap langit Eropa dan berdiri di dek kapal mewah. Cinta baru datang seperti cahaya mercusuar di malam pekat. Tapi badai tak pernah usai. Sekali lagi ia kehilangan arah, dikhianati, hingga keyakinan yang tersisa pun tercerai-berai seperti serpih layar di samudra. Pada akhirnya, pelaut malang itu memilih berlayar sendiri. Bukan karena ia kalah, tapi karena ia tahu: tidak semua kapal tercipta untuk bersandar di dermaga yang sama. Ada kapal yang ditakdirkan terus bergerak, melintasi laut luas, tanpa pelabuhan, tanpa akhir. Kisah ini adalah cermin pahit-manis tentang mimpi, cinta, persahabatan, dan keberanian seorang anak kampung yang menolak tenggelam, meski hatinya berkali-kali karam.