TiaraNabilla's Reading List
5 truyện
School Horror [DITERBITKAN] bởi Sevncm
Sevncm
  • WpView
    LẦN ĐỌC 1,999,041
  • WpVote
    Lượt bình chọn 71,602
  • WpPart
    Chương 40
[TERSEDIA DI TOKO BUKU] Mereka bertujuh menghadapi cobaan yang sangat berat. Mereka terpaksa harus mengubur mayat jam 12 malam tepat hari jumat. Berawal dari mereka yang penasaran dengan isi gudang atas yang tidak pernah ditempati dan selalu kosong. Mereka sekarang terus dihantui. Dan cara agar mereka tidak dihantui adalah mengubur mayat yang 20 tahun sudah dianggurkan. Apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka akan menguburnya? Atau mereka membiarkan mereka dihantui arwah penasaran? = School Horror = #6 in Horror (4.8.16) #2 in horror (7.8.16) #1 in horror (18.8.16)
The Coldest Boyfriend[NASIONAL BEST SELLER] bởi itsfiyawn
itsfiyawn
  • WpView
    LẦN ĐỌC 12,423,268
  • WpVote
    Lượt bình chọn 231,868
  • WpPart
    Chương 32
[SUDAH DITERBITKAN! BISA LANGSUNG BELI DI GRAMEDIA TERDEKAT!] Tindakan menjiplakan dalam bentuk apa pun tidak termaafkan. Tidak selamanya 'dingin' itu membekukan. Kadang yang 'dingin' itulah bisa jadi yang paling meluluhkan. Seperti dia, yang dingin tapi selalu bisa menumbuhkan cinta. Satu nama yang akan mengantarmu pada pahit manisnya berjuang tapi tak terbalaskan. ©2015 by Fiya
Me and My Best Friend bởi sanoya_
sanoya_
  • WpView
    LẦN ĐỌC 2,726,654
  • WpVote
    Lượt bình chọn 67,033
  • WpPart
    Chương 8
"Persahabatan itu memang selalu manis... layaknya candy, jika satu sama lain bisa mengerti."
Aku dan Kamu.Kita. bởi nobitasisuka70
nobitasisuka70
  • WpView
    LẦN ĐỌC 17,343,070
  • WpVote
    Lượt bình chọn 347,426
  • WpPart
    Chương 134
Love is fight
LOVE IS LOVE bởi winstories_
winstories_
  • WpView
    LẦN ĐỌC 16,044,728
  • WpVote
    Lượt bình chọn 104,362
  • WpPart
    Chương 22
"Gue gak tau lagi harus ngajarin lo kayak gimana. Gue capek tau gak. Lo itu begonya udah akut," kata Ali sambil mengacak rambutnya frustasi. PLAKKKK! satu tamparan keras tepat bersarang di pipinya yang membuat dia meringis. "Lo gak berhak ngejudge gue kayak gitu. Gue gak pernah mohon-mohon ke lo buat ngajarin gue," suara itu terdengar bergetar. Prilly berusaha menahan tangisnya agar tak pecah. laki-laki di hadapannya ini benar-benar membuat kesabarannya habis. Andai saja ia tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti dia akan berfikir beribu kali untuk mengucapkan kata-kata itu kepadanya. Namun untuk apa Prilly menjelaskan. si jenius ini tidak akan perduli.