Libary
2 stories
Marry Me or Be My Wife (End) by AllyParker8
AllyParker8
  • WpView
    Reads 4,680,208
  • WpVote
    Votes 219,077
  • WpPart
    Parts 30
Evelyn terpaksa harus menjalani pernikahan bisnis dengan pria cuek yang sombong, Armando Alfian Brawijaya, demi melindungi keluarganya. Ia bahkan harus putus dari kekasihnya di hari pernikahannya. Evelyn membenci pernikahannya, membenci Arman, membenci kenyataan bahwa dirinya sudah menjadi istri dari pria sombong itu. Terlebih, Arman yang begitu mencintai pekerjaannya, seringnya mengabaikan dan meremehkan Evelyn. Namun saat Evelyn melihat gadis lain mendekati Arman, ia kesal juga. Ia sudah punya cukup alasan untuk membenci Arman, dan kesal karena pria itu, tapi sepertinya setiap saat, kekesalannya pada Arman hanya terus bertambah. Sanggupkah ia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan pria yang lebih mencintai pekerjaannya daripada istrinya sendiri? Akankah ia mempertahankan pernikahannya, ataukah ia akan berusaha kabur dari kehidupan yang tak diinginkannya? *** Jadwal Update : Senin, Selasa, Kamis, Jum'at Cerita ini adalah side story dari Just Be You yang menceritakan kisah cinta Arman dan Evelyn. Please give your love and support for this story and I hope you like the story.. ^_^ :*
WOUNDS OF LOVE (REPUBLISH) by prncch
prncch
  • WpView
    Reads 2,370,582
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 1
Kesakitan ini selalu mengingatkanku akan cintaku yang kamu tepis dengan keacuhanmu. Kamu banyak berubah sejak saat itu. Aku bahkan tidak lagi mengenali laki-laki yang kucintai. Dimanakah dirinya yang dulu? Apakah kini dia telah bermetaforsa menjadi laki-laki angkuh dan dingin? Lantas kemanakah janji suci yang dia ungkapkan dulu? Dimanakah cinta yang dia aggungkan dulu? "Aku menyesal memercayakan segalanya padamu. Kamu ... kamu penyesalan terbesar dalam hidupku. Aku menyesal pernah mencintaimu ..." Katamu begitu menusukku. Kamu membuatku jatuh dalam asa. Aku tidak dapat lagi bangkit. Semuanya terasa gelap dan mustahil bagiku untuk membuatmu sekedar melihat cintaku yang tulus. Mungkin kamu benar akulah penyesalan terbesar dalam hidupmu. Kamu begitu tampan dan kaya sementara aku tidak ada apa-apanya dibanding wanita yang mengelilingimu. "Maafkan aku yang memaksamu menjadi seperti ini. Seharusnya dulu kita tidak saling mengenal. Kamu benar ... aku akan pergi. Kembalilah ... teman-teman dan kebahagiaan telah menantimu." Air mataku jatuh tapi kamu tidak bereaksi apapun. Mungkin benar ... kamu memang tidak lagi mencintaiku. Tapi bagaimana jika kutemukan cinta itu dalam hatimu yang kian membeku itu? Haruskah kutarik kembali kata ini atau melepaskanmu seperti inginmu dari dulu?