flaviandandelion
- Reads 1,197
- Votes 229
- Parts 22
[Story END] 🌟
[Egyptian Dieties]
Di bawah jubah klandestin malam yang kelam, Dua bayang melangkah lambat, menyusup diam, Ketika tirani dewa matahari mulai menghujam, Mereka menenun sihir di balik pilar yang bungkam.
Dengarlah dersik angin malam berkisah cemas, Tentang raga yang melebur, melepaskan batas, Sihir kebiruan menjerit, menari-nari bebas, Mengubah sang ksatria menjadi jelaga yang tangkas.
Satu pekat layaknya jelaga malam yang pekat, Satu seputih salju, membawa takdir yang terikat. Dua pasang netra candramawa saling menatap dekat, Menatap takhta angkuh yang sebentar lagi kan tamat. Mereka menjalin selimut nuraga di tengah lara,
Saat dunia runtuh digulung badai nestapa, Si pria berselimut malam menjaga dengan setia, Si putih pemilik magma menuntut balas gila. Siapakah mereka yang mengeong di bawah kegelapan? Mencuri rahasia, membalikkan roda kehidupan.
Ketika kutukan rantai gubuk anjing telah dipatahkan, Dan sang pahlawan palsu lebur menjadi debu kenangan. Kini mereka kembali ke tanah yang fana, Meninggalkan mahkota dan darah di Meri-rehk sana, Hanya demi sepiring rindu yang sederhana, Dan canda tawa yang mengikis segala bencana.
⛔ WARNING
NOT ALLOWED TO COPY THIS STORY
This story is the author's own imagination.