Firdayanti98's Reading List
4 stories
MY PRETTY SERVANT by biesyarief
biesyarief
  • WpView
    Reads 281,650
  • WpVote
    Votes 18,633
  • WpPart
    Parts 8
Pria tampan yang tak punya sopan santun .angkuh sudah menjadi bagian permanen dari wajah nya.siapa wanita yang tak ingin bersama pria keparat itu.dan sialnya salah seorang dari wanita wanita bodoh itu adalah aku . Yah aku..!! 'Prilly nazwa' Tapi....siapa aku ? berani sekali menaruh hati padanya.sadarlah prilly .kau hanya seorang PELAYAN.
Love Is On by puspamekar
puspamekar
  • WpView
    Reads 1,168,722
  • WpVote
    Votes 91,423
  • WpPart
    Parts 33
Dia selalu bersandar ditembok depan pintu kelas dengan earphone dan buku ditangannya...aku selalu membatin melihatnya karena dia seperti tidak peduli orang-orang disekitarnya....Dan pendapatku tentangnya berubah ketika aku mengetahui dia adalah seorang penyiar radio yang sering aku dengarkan bahkan aku pemuja suaranya... #Ali Andrean Aku menutup telingaku dengan aerphone dan aku membatasi pandanganku dengan hanya membaca buku agar aku tak perlu melihat keindahan diluar sana yang membuat aku harus memilih karena aku tak punya pilihan dalam hidupku.... #Prilly Ricardo Start Mei 2015
My Love by immafangirlyea
immafangirlyea
  • WpView
    Reads 687,218
  • WpVote
    Votes 33,037
  • WpPart
    Parts 35
Prilly Latuconsina. Seorang gadis berwajah barbie. Begitu kata orang-orang yang sering melihatnya. Aliando Syarief. Pria dingin dan misterius tetapi tetap saja, berwajah tampan. Hanya memiliki seorang teman. Mereka dipertemukan dalam kondisi dan keadaan yang tidak tepat. Akankah mereka bisa bersama? Atau malah sebaliknya? Tidak ada yang tahu. Hanya Tuhan yang tahu.
LOVE IS LOVE by winstories_
winstories_
  • WpView
    Reads 16,044,508
  • WpVote
    Votes 104,360
  • WpPart
    Parts 21
"Gue gak tau lagi harus ngajarin lo kayak gimana. Gue capek tau gak. Lo itu begonya udah akut," kata Ali sambil mengacak rambutnya frustasi. PLAKKKK! satu tamparan keras tepat bersarang di pipinya yang membuat dia meringis. "Lo gak berhak ngejudge gue kayak gitu. Gue gak pernah mohon-mohon ke lo buat ngajarin gue," suara itu terdengar bergetar. Prilly berusaha menahan tangisnya agar tak pecah. laki-laki di hadapannya ini benar-benar membuat kesabarannya habis. Andai saja ia tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti dia akan berfikir beribu kali untuk mengucapkan kata-kata itu kepadanya. Namun untuk apa Prilly menjelaskan. si jenius ini tidak akan perduli.