s_classic
- Reads 1,923
- Votes 203
- Parts 24
"Kesya! sebenarnya ada apa dengan mu? Kenapa kau sama sekali tidak mengingat ku!! Aku yang selalu lelah mencarimu. Aku yang selalu berusaha untuk dekat denganmu. Aku yang selalu mencintaimu dari dulu."
"Aku tidak pernah memintamu untuk mencariku, aku tidak pernah memintamu untuk dekat denganku, aku juga tidak pernah memintamu untuk mencintaiku. Dan asal kau tau, aku tidak pernah mengenalimu dulu ataupun sekarang." Kesya mengatur nafasnya. "Lepaskan aku. Ken" gumamnya.
Ken melepas cengkeraman tangannya di bahu. Ken merasakan air matanya jatuh ke pipi. Kesya hanya melihat airmata itu sekilas membasahi pipi pria dihadapannya. Kesya berjalan gontai meninggalkan Ken.
"Harus berapa kali aku menangis karena mu?" Kesya yang sedang berjalan, tiba-tiba terdiam. Ia membelakangi Ken.
"Harus berapa kali aku terlihat lemah karena mu?" Lanjutnya. Kesya masih tak bergeming. "Dan Dengan santainya kau berbicara seperti itu. Seakan aku adalah orang gila." Ken terdiam sejenak. "Katakan sekarang, jika memang kau ingin aku pergi. Aku hanya ingin mendengarnya langsung darimu, aku akan berjanji tidak akan pernah mencarimu lagi." Kesya berbalik badan, menatapnya dengan perasaan pilu dan bingung.
Kesya masih belum menjawabnya. Mereka saling bertukar pandang. Sampai akhirnya Kesya memecahkan keheningan. "Aku juga tidak pernah memintamu untuk menangis karena aku ken."
"Tak bisa ku simpulkan, tapi ini bukan dirimu yang dulu. Kau begitu kejam, seperti dongeng Pied Piper Of Hamelin yang dulu sering kita baca. Kau kejam Key, Kau menenggelamkan seratus dua puluh sembilan perasaanku dan juga semua usaha yang kulakukan hanya untuk dirimu!"