😎
4 stories
Primum, Non Nocere (First, Do No Harm) oleh kinkaaa
kinkaaa
  • WpView
    Membaca 6,249,077
  • WpVote
    Suara 591,927
  • WpPart
    Bagian 41
"Kenapa dokter seringnya berjodoh dengan dokter juga?" "Karena dosisnya sesuai." - unknown, medical quotes.
Past & Present : You (Telah Terbit) oleh ra_vaa
ra_vaa
  • WpView
    Membaca 2,315,872
  • WpVote
    Suara 76,020
  • WpPart
    Bagian 15
(full story of Uppsss!!!) Bagiku dia adalah masa lalu. Bukan sebuah kesalahan, hanya kenyataan yang harus aku lupakan. Sama seperti statusnya buatku : mantan. Tapi kenapa di masa sekarang dia kembali dalam sosok dosen mata kuliah yang paling kubenci?!
Mirror, Mirror | ✓ oleh grey010
grey010
  • WpView
    Membaca 977,327
  • WpVote
    Suara 91,001
  • WpPart
    Bagian 58
​Victoria bersama adiknya terjebak di dalam dunia antah berantah berisi makhluk yang hanya mereka dengar di dongeng bernama Esarant, begitu melewati sebuah cermin magis. Keduanya lalu berusaha menemui Ratu Verity, ibu dari pangeran berhati batu bernama Lazarus untuk bisa kembali pulang. *** Victoria dan adiknya, Tommy, tiba-tiba masuk ke dalam dunia lain bernama Esarant setelah menyentuh cermin magis yang berada di rumah kakeknya. Bersama-sama keduanya lalu masuk ke dalam dunia yang memiliki makhluk-makhluk fantasi yang hanya pernah mereka dengar dari dongeng yang biasa neneknya ceritakan. Dongeng yang perlahan akan Victoria lupakan dan tidak ia ingat lagi. Tidak sebelum ia menginjak Esarant dan dongeng itu tidak lagi menjadi sebuah kisah pengantar tidur biasa. Esarant, sebuah tempat di mana para makhluk itu bersembunyi dan seorang pangeran yang tidak memiliki hati datang kepadanya. [Pemenang Wattys 2019 Kategori Fantasi] Desain Cover oleh Stefanie Saw
Damian & Evelyn | END oleh Shineeminka
Shineeminka
  • WpView
    Membaca 1,539,228
  • WpVote
    Suara 47,461
  • WpPart
    Bagian 8
Penulis : Shineeminka Cover : Ghinabastiana "Kenapa aku terlahir berbeda?" Kalimat itulah yang selalu Evelyn tanyakan saat ia dikucilkan oleh orang-orang sekitarnya karena dia hanya memiliki satu tangan, bahkan gara-gara ketidak sempurnaannya itu Evelyn harus mendapatkan prilaku tidak baik dari ayahnya sendiri. Sosok ayah yang seharusnya dapat menjadi pelindungnya dari rasa sakit tapi pada kenyataannya malah dialah yang menorehkan luka yang begitu dalam pada diri Evelyn, hanya sosok ibulah yang menjadi pelindung dan penopangnya. "Andai aku diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memilih, aku akan lebih memilih untuk tidak terlahir di dunia ini."