vherjaka
- Reads 364
- Votes 33
- Parts 13
Jagger Prakasa membunuh demi menjaga perdamaian. Kai Sadana menyayat demi menyelamatkan nyawa. Di atas kertas, keduanya berdiri di dua kutub yang mustahil bertemu-satu digaji negara untuk menghabisi ancaman, satu disumpah oleh Hipokrates untuk tidak pernah menghakimi siapa yang berhak hidup.
Di Indosean, mereka pernah saling jatuh cinta tanpa peduli soal itu. Tapi cinta yang dibangun di atas rahasia operasi militer dan telepon yang tiba-tiba mati di tengah malam punya masa kedaluwarsa. Kai lelah menunggu seseorang yang bisa pulang dalam keadaan tidak bernyawa tanpa pemberitahuan. Ia memilih pergi sebelum kehilangan itu benar-benar terjadi.
Delapan bulan kemudian, dunia yang begitu luas ternyata cukup sempit untuk mempertemukan mereka lagi-di Qadam, negeri yang sedang meregang nyawa oleh gempa, wabah, dan sisa-sisa perang yang enggan selesai. Jagger datang sebagai jenderal yang memimpin pasukan penjaga perdamaian. Kai datang sebagai kepala tim relawan medis yang berangkat justru untuk lari dari kenangan tentang pria itu.
Di antara reruntuhan bangunan dan tenda-tenda darurat, mereka dipaksa berbagi ruang yang sama: satu menjaga agar orang-orang tetap hidup untuk melihat esok hari, satu menjaga agar esok hari itu benar-benar datang. Tidak ada yang berencana untuk saling membutuhkan lagi. Tapi di tanah yang tidak menyisakan waktu untuk berpura-pura, luka lama mereka justru yang paling mudah ditemukan kembali-dan disembuhkan.
Ini bukan kisah tentang siapa yang benar antara mencabut nyawa demi banyak orang atau mempertahankan satu nyawa apa pun risikonya. Ini kisah tentang dua orang yang harus belajar bahwa cinta, seperti peperangan dan seperti pembedahan, sama-sama menuntut keberanian untuk tetap bertahan-meski tahu bisa kehilangan segalanya.
Sebuah kisah cinta dewasa (21+) tentang senjata dan pisau bedah, tentang jenderal dan dokter, tentang dua pria yang menemukan rumah bukan di suatu tempat, tapi di tubuh yang sama-sama terluka.