HyuugaSora27
- Reads 1,396
- Votes 351
- Parts 16
"Ini adalah putaran ke-47. Atau mungkin ke-48? Aku sudah berhenti menghitung sejak jiwaku mulai retak."
Bagi seluruh ninja di Konoha, senja adalah sebuah keindahan─gradasi jingga hangat yang memeluk cakrawala. Namun bagimu, warna itu tidak lebih dari tanda proyektor usang yang memutar film horor yang sama: Uchiha Itachi akan selalu mati di akhir cerita.
Puluhan kehidupan telah kamu korbankan. Kamu mencoba menjadi ninja medis terbaik di bawah Tsunade, namun Itachi tetap runtuh oleh penyakitnya. Kamu menumpas Danzo dengan pedangmu, namun kekosongan kekuasaan justru memicu perang saudara yang lebih cepat. Kamu bahkan pernah menculiknya ke Negara Air, tetapi takdir adalah monster keras kepala yang selalu menemukan cara untuk menjemput nyawanya.
Wush. Dan kamu akan kembali terbangun di kamar kecil yang sama, tiga tahun sebelum malam pembantaian klan Uchiha terjadi.
Namun, di putaran ke-47 ini, benteng kesendirianmu runtuh. Di atas tebing batu Hokage, sepasang mata Sharingan hitam kelam itu menatap lurus ke dalam matamu yang lelah. Untuk pertama kalinya sepanjang puluhan kehidupan yang menyiksa, Uchiha Itachi berbisik: "Aku mempercayaimu. Mari kita hancurkan takdir sialan ini bersama."
Bersama sebilah kunai kuno, jarum medis berfrekuensi kejut listrik, dan kegeniusan taktis yang kamu bawa dari masa depan, kamu bersiap merobek naskah sejarah dunia shinobi. Menjebak Danzo, menyelamatkan Shisui, memanipulasi Akatsuki, hingga menyembuhkan penyakit kronis pria yang kamu cintai dari balik jubah awan merah.
Bisakah seorang kunoichi tanpa nama menenun kembali benang takdir yang koyak? Ataukah dewa waktu akan kembali merenggut detak jantung Itachi dari genggaman jemarimu?
"Dunia boleh mencatatnya sebagai pengkhianat berdarah dingin. Namun di dalam duniaku, dia adalah fajar yang berhasil kupertahankan."