Tatashuay
Hidup Santa Pongsapak baru saja berjalan sesuai rencana. menjadi mahasiswa baru jurusan Seni Rupa, ia memiliki mimpi untuk mengembangkan bakat melukisnya dan menikmati masa muda dengan tenang, jauh dari keributan dan kewajiban yang membebani. Namun, semua rencana itu hancur seketika saat orang tuanya mengumumkan satu keputusan yang tak terduga: ia dijodohkan dengan putra satu-satunya keluarga Tanapon - Perth Tanapon Sukumpantanasan.
Sementara itu, bagi Perth, berita perjodohan itu hanyalah gangguan yang mengganggu kebebasannya. Mahasiswa tahun ketiga jurusan Teknik Sipil yang dikenal sebagai sosok menawan, santai, dan bebas dalam pergaulan ini tidak ingin hidupnya diatur, apalagi harus terikat dengan seseorang yang bahkan belum ia kenal. Ia sudah memiliki dunianya sendiri, pacar, dan kebiasaan yang tidak ingin diubah.
Dipaksa oleh keadaan dan kepentingan kedua keluarga, mereka akhirnya sepakat untuk menjalani semuanya dengan sebuah perjanjian: hidup terpisah ruang, tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing, dan hanya berpura-pura serasi di depan orang lain. Tidak ada cinta, tidak ada harapan, hanya ikatan kewajiban semata.
Namun, bagaimana jika batas yang sudah disepakati perlahan mulai kabur? Bagaimana jika kehadiran satu sama lain justru menjadi hal yang tak terelakkan? Di balik kesepakatan yang terasa dingin, benih perasaan yang tak direncanakan mulai tumbuh perlahan - mengubah ikatan yang terpaksa menjadi sesuatu yang jauh lebih berharga daripada yang pernah mereka bayangkan.