Yooo
2 storie
As We Grow ( a story about learning to stay ) di hanadjarana
hanadjarana
  • WpView
    LETTURE 1
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
Sinopsis: Selvara Mireya selalu ditinggalkan dengan alasan yang sama. Terlalu baik. Terlalu Sabar. Terlalu memahami. Orang-orang mengatakannya seperti pujian, tetapi bagi Selvara, kalimat itu selalu terdengar seperti cara yang lebih halus untuk pergi. Sampai suatu sore, setelah hubungan lain berakhir dengan cara yang sama, selvari menangis sendirian dikoridor belakang kampus. Ditempat yang sepi itu, ia bertemu seorang pria asing yang beberapa meter darinya-memakai topi hitam, berpakaian sederhana, dan tampak seperti seseorang yang lebih nyaman hidup tanpa diperhatikan siapa pun. Pria itu tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya meletakkan sebungkus tisu disampingnya……lalu pergi. Namanya Darian Thalmal. Berbeda dengan Selvara yang dikenal hampir semua orang dikampus. Darian adalah seseorang yang selalu berada dipinggir kehidupan orang lain. Ia tampan, tetapi tidak pernah peduli untuk menunjukkannya. Hidupnya dipenuhi kuliah yang belum selesai, pekerjaan serabutan, dan keyakinan yang semakin kuat bahwa cinta adalah kemewahan yang tidak seharusnya ia miliki. Namun untuk pertama kalinya dalam hidupnya, seseorang justru datang mendekatinya. As We Grow adalah kisah tentang dua orang yang tidak sempurna, yang perlahan belajar bahwa mencintai seseorang bukan hanya tentang datang-tetapi tentang berani tetap tinggal.
Bangku Sore di hanadjarana
hanadjarana
  • WpView
    LETTURE 129
  • WpVote
    Voti 15
  • WpPart
    Parti 15
#Completed Sinopsis: Setiap orang punya cara sendiri untuk pulang. Bagi Lidya, pulang bukan lagi soal sampai di kamar, tapi tentang berhenti sejenak di sebuah taman kecil di sudut Bandung. Di sanalah ia duduk, menenangkan pikirannya setelah hari yang panjang. Suatu sore, bangku itu tidak lagi sunyi. Ada Aksa-lelaki dengan suara tenang dan kebiasaan membaca kota. Mereka tidak saling mencari, tidak juga berjanji bertemu. Namun sore demi sore, kebiasaan kecil itu tumbuh menjadi ruang aman. Tanpa kata cinta, tanpa janji besar, Lidya dan Aksa belajar bahwa kebersamaan kadang lahir dari hal paling sederhana: duduk, diam, dan pulang bersama.