abisdarimanaa's Reading List
4 stories
Gairah Tak Biasa by percivalrein
percivalrein
  • WpView
    Reads 268,126
  • WpVote
    Votes 11,258
  • WpPart
    Parts 41
(18+) #1 IN POLITIC! #1 IN MENTAL DISORDER! Gara gara Demo Mahasiswa , Kirana , Mahasiswa Kedokteran Tahun Dua yang menderita Bipolar Disorder dan benci jurusannya, terjebak kontrak dengan Dokter sekaligus Dosen tampan yang 19 Tahun lebih Tua. Intrik politik dan kemahasiswaan yang memanas, lika liku menjadi mahasiswa kedokteran dan penerimaan Kirana ditengah kondisinya membuat Abimana yang anti-sosial dan sarkas perlahan merubah pandangannya. Tapi Abimana yakin ini hanya sekedar Gairah Belaka.
PERFECT LOVE (SUDAH TERBIT) by penulisrahasia
penulisrahasia
  • WpView
    Reads 2,274,664
  • WpVote
    Votes 148,217
  • WpPart
    Parts 30
NOVEL THE PERFECT LOVE SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU KESAYANGAN ANDA<3 "Cinta itu seperti menggenggam kaca, jika dipegang terlalu erat kamu akan merasakan sakitnya. Namun jika terlepas, kamu akan kehilangannya karena pecah." Ini sebuah cerita tentang cinta, pengorbanan, kasih sayang, ketulusan, rasa sakit, dan tentang sebuah keluarga yang mencari kebahagian yang berada jauh entah di mana. Ketika satu per satu, potongan hati mulai terpecah belah bagaikan kepingan puzzle. Berhasil menghancurkan mereka. Semua berusaha untuk bersatu dan membentuk sebuah cinta yang sempurna. Mampukah mereka semua?
Word Vomit by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 1,608,915
  • WpVote
    Votes 105,185
  • WpPart
    Parts 106
I swear, sometimes, you actually enjoy breaking my heart.
Revan & Reina by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 8,954,170
  • WpVote
    Votes 168,792
  • WpPart
    Parts 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. &quot;Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti,&quot; Revan melempar pandangannya ke arah lain. &quot;Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali.&quot; Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.