Second
4 stories
Bye, Xavier [SELESAI] by gammarez
gammarez
  • WpView
    Reads 17,487
  • WpVote
    Votes 5,624
  • WpPart
    Parts 30
[REVISI] #644 in chicklit (27-05-17) Azelyn, aku tau kenangan kita tak seberapa, tetapi menurutku semua kenangan kita adalah kenangan terbaik selama hidup kita, walaupun tak seberapa, kenangan ini sangat indah untukku, terima kasih telah membuat kenangan yang terindah dihidupku, terima kasih telah mengukir hidupku, akan aku simpan kenangan ini dan menguncinya agar mereka tak bisa hilang. Azelyn, semoga kau akan baik disana, terus ingat kenangan kita jika kau kesepian, karena kenangan kita akan terus nyata bila kita yakin, yakin jika pertemuan akan datang kembali. Azelyn, terima kasih, terimakasih untuk semua. Bye Azelyn, Xavier geonni.
THE LAST AMETHYST by ZRVAHLEVI
ZRVAHLEVI
  • WpView
    Reads 3,313,774
  • WpVote
    Votes 214,390
  • WpPart
    Parts 54
THE LAST AMETHYST - [Immosence Series #1] Sejak bangsa terkuat yaitu Bangsa Amethyst dilenyapkan dari dunia Immosence oleh penyihir kegelapan, dunia Immosence menjadi tidak seimbang dan diambang kehancuran. Dunia Immosence bergantung pada perputaran Gloewrance yang hanya bisa dikendalikan oleh Bangsa Amethyst. Terlebih lagi Ratu Amethyst yang berhasil selamat dari invasi penyihir kegelapan tiba-tiba menghilang, membuat kegelapan perlahan menyelimuti dunia Immosence. Di satu sisi, sebuah informasi mengejutkan bahwa Ratu Amethyst telah mengubah dirinya menjadi manusia dibawah kekuatan Gloewrance dan telah meninggal beratus-ratus tahun silam. Akankah Immosence dikuasai kegelapan selamanya? Adakah jalan keluar untuk menyelamatkan Immosence? Akankah para penyihir kegelapan berhasil mengambil alih Immosence? Copyright 2015-2016 Z.R. VAHLEVI
Toxic by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 113,196
  • WpVote
    Votes 9,917
  • WpPart
    Parts 5
It sucks because you were once mine. I had you.
Revan & Reina by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 8,954,191
  • WpVote
    Votes 168,792
  • WpPart
    Parts 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.