dwilestari9416's Reading List
4 historias
My Doctor Is My Imam  por lalabudi1234
lalabudi1234
  • WpView
    LECTURAS 409,970
  • WpVote
    Votos 5,440
  • WpPart
    Partes 7
#13 dalam spiritual ( 05/12/2017 ) #13 dalam hafiz (08/05/2020) "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya...."(QS. Al Baqoroh:286) - Azmya Sabiya Nasira Raesha : Mengapa aku terkadang melupakan - Nya dan mengapa aku belum dapat menemukan seseorang yang dapat membimbingku ke jalan - Nya. - Aulian Basira Ghayda Fattana : Maafkan aku yang lalai terhadap salah satu perintah - Mu karena aku terlalu sibuk dengan duniaku.
I Choose You por acilolly
acilolly
  • WpView
    LECTURAS 358,352
  • WpVote
    Votos 14,722
  • WpPart
    Partes 20
Caliandra Caliandra menutup pintu kamarnya agak keras, dan duduk di depan meja riasnya, " Apa? Lo pikir lo siapa tuan Rayhan? Karena sejujurnya gue sudah punya pacar dan gue gak mungkin juga suka sama lo," Caliandra mencoba menirukan gaya bicara Rayhan, " Maksud lo gue cewek apaan emang? lo gak bisa suka sama cewek macam gue? Lo pikir gue bakal suka sama lo gitu? Harusnya dari awal gue gak usah sok-sokan nerima semua ini. Yang ada malah jadi ketemu sama cowok angkuh dan nyebelin begitu." Rayhan Rayhan dari awal tidak pernah menyetujui apapun rencana perjodohan ini. Sama sekali. Lagipula ia sudah punya Ayesha. Wanita yang ia cintai, satu-satunya wanita yang akan ia nikahi hanyalah Ayesha, tidak ada yang lain. " Oke Rayhan, hanya dua bulan dan ini semua berakhir." Rayhan berbicara dengan dirinya sendiri sambil menatap lurus jalan, mencoba meyakinkan dirinya.
Change You por astariharunia
astariharunia
  • WpView
    LECTURAS 70,729
  • WpVote
    Votos 2,827
  • WpPart
    Partes 22
Missed Me? por hannasafir
hannasafir
  • WpView
    LECTURAS 375
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 8
"Ibu! bertahanlah, aku akan bawa Ibu ke rumah sakit secepatnya, jadi bertahanlah!" Suara teriakan anak itu terdengar sangat pilu di telinga siapa saja yang mendengarnya, tapi sayangnya tak ada yang mendebgar suaranya, karena keadaan diluar sangat sepi dan tak ada satupun orang yang lewat. Ia terus menangis sambil berteriak, dengan menggenggam erat tangan Ibunya yang sudah tak bernyawa. "Ibu, sebenarnya apa salah kita? kenapa kita tak bisa hidup layak seperti orang-orang di luar sana? Apa yang harus kulakukan denganmu, dan apa yang akan aku perbuat saat lau telah di sambil oleh Tuhan?" Ucapnya sambil terisak. Ia menempelkan tangan Ibunya kepipi kecilnya yang kotor. "Ibu, aku berjamji akan membalas semua perbuatan yang orang itu lakukan padamu dan aku, ia harus menerima semua yang kita rasakan!" _______________________________