irhamfh
- Reads 2,187
- Votes 14
- Parts 1
Kini seluruh tubuhku masuk ke dalam benda ini sambil berputar-putar mengikuti lorong yang hanya berisi cahaya putih. Aku merasa semakin mengecil dan bergerak dalam kecepatan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Aku merasa kulitku tersayat-sayat dan seluruh tubuhku sakit sekali seperti dipukuli ratusan orang. Menyempit-menyempit dan terus menyempit. Berputar-berputar dan terus berputar.
Aku tak tahu berapa lama aku menyempit dan berputar, sampai akhirnya gelap. Waktu seperti berhenti. Putaran juga berhenti. Hening, sunyi, senyap.
Hanya kudengar suara nafasku yang memburu. Lalu aku semakin fokus mendengar nafasku yang mulai teratur, hingga kurasakan semua tubuhku perlahan sakitnya mulai hilang dan normal. Kudengar jantung yang berdegup, kurasakan darah yang mengalir, dan semua organ tubuh dari ujung kaki hingga ke ujung kepala dapat kurasakan.
Aku seperti melayang. Aku tak tahu ini bergerak maju atau mundur. Kugerakkan kakiku, namun tak berpijak.
Aku panik. Hei, aku tak berpijak pada apapun. Aku kenapa?
Sampai akhirnya kulihat cahaya besar yang pada akhirnya aku masuk ke dalamnya. Dan...
"Bruk!"
Aku terjerembab jatuh di ruangan yang redup.
Perjalanan menembus waktu dengan Pusaka Kecubung Cemani, benda pusaka yang bisa menembus ruang dan waktu. Bagaimana kisah petualangannya? Ikuti kisahnya di Kecubung Cemani - Perjalanan Menembus Waktu.