Dewierna 09's Reading List
3 stories
True Stalker by sirhayani
sirhayani
  • WpView
    Reads 34,019,834
  • WpVote
    Votes 1,263,849
  • WpPart
    Parts 32
Adaptasi True Stalker sudah tayang di Vidio! 🎬 - Aku adalah stalker. Itu sebuah hobi? Bisa dibilang begitu. Tetapi, aku hanyalah seorang gadis SMA yang duduk di bangku kelas X. "Lo udah tahu kelakuan gue di sekolah. Satu cara supaya gue bisa tahu kalau lo beneran tutup mulut." "Apa?" "Mulai hari ini, lo jadi cewek gue." Dan... hobiku itu menjadi sebuah bencana. Copyright©2016 by Sirhayani ______ Sudah tersedia di toko buku terdekat dan sebagian part di work ini sudah dihapus karena telah terbit mayor.
When Love Walked In by galaxywrites
galaxywrites
  • WpView
    Reads 2,759,313
  • WpVote
    Votes 131,022
  • WpPart
    Parts 36
[SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU] Pemenang Wattys Award 2016 kategori "Cerita Sosial". Relin sebel banget sama Mika, tak peduli bahwa cowok itu adalah idola cewek satu sekolah. Mika, cowok yang didaulat sebagai cowok paling ganteng seangkatan itu memang punya sifat yang bikin Relin naik darah setiap harinya. Nyebelin, jahil, iseng, dan seenaknya sendiri, tapi anehnya cuma Relin yang diperlakukan seperti itu, giliran sama yang lain dianya sok cool! Nyebelin kan?! Keisengan Mika mulanya berawal dari kejadian di Ruang Teater yang membawa Relin ke masa-masa terburuk selama dia SMA, hari-hari Relin mendadak runyam karena kehadiran cowok itu. Namun ketika Relin sedang dihadapi sebuah masalah besar, Mika dengan senang hati membantunya. Tapi sialnya, bantuan Mika itu malah membuat hidup Relin makin runyam lagi. Relin merasa hidupnya jungkir balik dalam satu kedipan mata, dan itu semua hanya karena satu cowok bernama Mika. #4 Teenfiction (02 September 2016)
Revan & Reina by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 8,955,077
  • WpVote
    Votes 168,814
  • WpPart
    Parts 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.