eckanoviani
- Reads 438
- Votes 46
- Parts 13
Menunggu memang sangat melelahkan. Namun berpisah lebih menyakitkan. Lalu bagaimana dengan Nadia yang harus tetap tegar menunggu dalam pahitnya perpisahan?
Mencintai tidak harus memiliki, bukan Uwais jika berfikir seperti pecundang. Walau harus mengorbankan banyak waktu dalam perihnya perpisahan, tapi Ia tak kan melepaskan Nadia.
Dengan hatinya yang hampir membeku, dapatkah Nadia membuka kesempatan kembali untuk Uwais?