gheapradani
"Nobody can't help you! Percuma lo ngeluh mulu. Cerita sana-sini, berharap ada orang yang iba trus bantuin lo. Yang ada orang-orang yang dengerin keluh kesah lo Cuma bisa nyinyirin lo dan ketawain lo dibelakang."
Seketika aku menghapus air mataku dan menengadah ke arah sumber suara itu. Ternyata dia, dan dia duduk disampingku tanpa memandang kerahku. Padangannya tajam menghadap ke depan.
"Apa maksud lo ngomong gitu?"
Bibirnya menyunggingkan senyum sinis lalu pandangannya berganti arah kepadaku.
Yang ada di benak Kara saat itu, ingin sekali memeluknya.
tapi siapa dia? apa mungkin dia laki-laki yang sengaja dikirim Tuhan untuk mengisi kekosongan hatinya?