ellauri_
- Reads 182,620
- Votes 8,597
- Parts 50
Bagi Liora Bianca, skripsi bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan pembuktian diri. Namun, dunia yang ia susun dengan rapi runtuh dalam satu sore di ruang dosen pembimbing. Judul dan penelitian yang ia siapkan dengan cucuran keringat, justru diajukan lebih dulu oleh teman kepercayaannya sendiri.
Di tengah isak tangis yang pecah di selasar Rektorat yang sepi, Liora tidak menyangka akan ditemukan oleh Sagara Ararya Danindra. Sagara bukanlah pria misterius yang bersembunyi di balik bayang-bayang; ia adalah sekretaris rektor yang efisien, tenang, dan memiliki otoritas yang tak terbantahkan.
Pertemuan yang diawali dari air mata itu perlahan menumbuhkan renjana yang tak terduga. Di saat Liora kehilangan kata-kata untuk memperjuangkan haknya, Sagara hadir sebagai jangkar yang menahannya agar tidak hanyut dalam kekecewaan.
Ini bukan hanya tentang pencurian sebuah ide, tapi tentang bagaimana Liora menemukan kembali suaranya di antara tumpukan kertas dan perasaan yang mulai tumbuh di lorong kampus.