jalilfunny
- Reads 5,516
- Votes 593
- Parts 25
Malaikat. Begitulah julukan yang menempel padanya di kampus bergengsi namun penuh kepalsuan ini.
Sean menyentuh pipinya. Di balik wajah teduh ini, hatinya mendidih. Universitas Pusaka Abadi bukan sekadar kampus; ini etalase kesombongan. Tempat berkumpulnya manusia-manusia anomali, pengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD), dan orang-orang freak yang haus validasi. Sejak pagi, Sean dipaksa menelan mualnya, mendengarkan celotehan pamer harta dan intelektualitas semu dari teman-teman sekelasnya.
Ia tersenyum, mengangguk kagum, membiarkan dada mereka membusung bangga. Padahal di dalam kepalanya, ia berteriak: "Bisa tidak sih rahang sombong itu kutendang? Dasar sampah berlapis emas."